LENSAINDONESIA.COM: Dalam menjalankan program penyelamatan korban Narkoba dan pencegahannya, Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Surabaya, Rabu (22/4/2015) pagi, memberi edukasi kepada kalangan media untuk bersama melakukan pencegahan bahaya Narkoba

Kepala BNNK Surabaya AKBP Suparti memaparkan, Narkoba sangat berdampak besar bagi kehidupan. Selain berdampak langsung terhadap pemakai, juga sangat berdampak bagi lingkungan sekitar.

Mantan Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya ini memaparkan, banyak pecandu Narkoba yang yang berperilaku nekat untuk dapat mengkonsumsi barang yang dapat merusak jaringan otak. “Mereka adalah korban yang kebanyakan terjerat di dalamnya, berawal diberi secara gratis. Para korban ini untuk mendapatkan Narkoba nekat melakukan tindak kriminal seperti terlibat pencurian kendaraan bermotor (Curanmor). Bahkan ada juga yang nekat hingga mau membunuh orang tuanya,” paparnya.

Dengan menggandeng Media, BNNK Surabaya berharap agar seluruh elemen masyarakat dan para orang tua yang keluarganya menjadi korban Narkoba, segera mengajukan rehabilitas dengan melaporkan kepada institusi penerima wajib lapor (IPWL). “Bagi penyalahguna dan pecandu ataupun orang tua yang anaknya menjadi korban tidak usah malu untuk direhabilitasi, Langkah ini lebih efektif karena penjara tidak akan memberi efek jera,” terang AKBP Suparti.

Kepala BNNK Surabaya ini juga menjelaskan lebih lanjut, bagi pecandu Narkoba yang ingin menjalani rehabilitasi tidak dipungut biaya. Bahkan korban yang sudah melaporkan terlebih dahulu ke pihak BNN ataupun IPWL, korban yang akan menjalani rehabilitasi tidak perlu menunggu waktu lama untuk menjalankannya. “Setelah mereka melaporkan ke BNN ataupun ke IPWL, nanti akan ada pemeriksaan assement dari tim terpadu dari dokter, Kemenkumham dan Kejaksaan, untuk menentukan apakah nanti mereka akan dilakukan rawat jalan atau menginap,” pungkasnya.@rofik