Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
EKONOMI & BISNIS

Pemerintah naikkan cukai rokok, DPRD Jatim ajak warga demo ke Jakarta 

LENSAINDONESIA.COM: Pemerintah memastikan akan kembali menaikkan tarif cukai rokok dari 8 persen menjadi 10 persen pada tahun 2015 ini. Diperkirakan kenaikan akan mulai diberlakukan per Juli mendatang. Padahal mulai awal Januari 2015, tarif cukai rokok sudah naik.

Menanggapi rencana itu, DPRD Jawa Timur menolak kebijakan pemerintah lewat Dirjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan menaikkan cukai rokok tersebut.

Anggota Komisi B DPRD Jatim, Zainul Lutfi menilai apabila pemerintah jadi menaikan harga cukai akan berdampak buruk, yaitu banyak pabrik rokok khususnya di Jatim akan tutup dan ratusan ribu pekerjanya kehilangan pekerjaan karena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Selain itu, pemerintah jika benar menaikkan cukai rokok berarti tidak peka terhadap kondisi pertumbuhan ekonomi di daerah yang saat ini tengah berjuang dari keterpurukan, pasca kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan tarif dasar listrik (TDL) yang bertubi-tubi.

“Kami menolak kebijakan kenaikan cukai rokok itu. Paling tidak, kebijakan itu ditunda. Karena kalau dilaksanakan saat ini timing-nya tidak tepat. Bisa merusak investasi dan pertumbuhan ekonomi Jatim,” cetus politisi PAN ini, Jumat (24/4/2015).

Sementara Anggota DPRD Jatim lainnya, Pranaya Yudha asal Partai Golkar mengaku juga tak setuju, karena kebijakan kenaikan cukai rokok itu akan menimbulkan gejolak di masyarakat. Pasalnya, industri rokok di Jawa Timur itu menyangkut hajat hidup jutaan orang. Baik itu karyawan pabrik rokok, petani tembakau dan cengkeh dan masyarakat lainnya.

“Saya siap mengadvokasi para petani cengkeh dan tembakau serta warga Jatim yang terkena imbas kenaikan cukai rokok. Kalau perlu kita demo bareng ke Jakarta,” tegasnya.

Pihaknya menyebut, pemerintah tidak inovatif kalau menaikkan cukai rokok demi untuk menggenjot penerimaan negara dari sektor pajak. Sebab masih banyak cara lain meningkatkan penerimaan negara selain dari pajak. Ia juga menilai langkah menaikkan cukai rokok itu justru salah kaprah. Karena kenaikan cukai rokok akan memicu maraknya produk rokok ilegal beradar di pasaran.

“Dan kalau itu terjadi, justru pemerintah kehilangan potensi pendapatan yang sangat besar. Kita semua tahu, tahun lalu saja rokok ilegal yang berhasil digagalkan angkanya mencapai Rp 1 triliun,” pungkasnya.@sarifa