Trending News

17 Aug 2019
Galeri Budaya

Taman Remaja Surabaya akan ditutup, DPRD sebut Walikota arogan 

LENSAINDONESIA.COM: Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menutup Taman Remaja Surabaya (TRS) dipastikan tak akan berjalan lancar. Hal ini karena legislatif mengangap upaya Pemkot tersebut tidak mempertibangkan kepentingan masyarakat secara luas, khususnya pelaku seni.

Alasan Pemkot menutup taman hiburan tertua di Surabaya tersebut lantaran tidak mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Yang harus diingat oleh Bu Risma (Tri Rismaharini), TRS satu-satunya tempat hiburan bagi masyarakat menengah kebawah. Jangan hanya melihat yang bisa ke mall-mall saja, masyarakat ini sangat membutuhkan,” kata Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Baktiono, Jumat (24/04/2015).

Baktiono menganggap, TRS merupakan representasi kesenian yang bisa dijangkau masyarakat tingkat menengah kebawah. Jadi, kata dia, menutup TRS karena dasar keuntungan semata merupakan tindakan yang arogan.

Sebelumnya, keputusan pembubaran wahana wisata yan dikelola oleh PT Star Remaja tersebut karena dianggap tidak ada pengembangan. Selain itu, nilai aset tanah seluas 16.910 meter persegi yang dimiliki Pemerintah Kota Surabaya ternyata tidak seimbang dengan sarana dan prasarana yang ada.

“Seharusnya dibangun dulu tempat lainya baru dibubarkan. Kita tidak tau apakah ada investor lain yang sudah mengincar atau bagaimana. Jangan lupa kerjasama dan kerjasama terkait aset pemkot harus melibatkan dewan,” katanya.

Sementara itu, Tri Didik Adiono Anggota Komisi B akan mengusulkan penolakan rencana Pemkot Surabaya. Pasalnya, politisi yang juga mantan rocker tersebut mengataakn kalau TRS ditutup tidak ada lagi tempat representasi bagi anak muda terutama dalam bidang musik yagn selama ini rutin menjadi agenda.

“Sebelum bu Risma merencanakan monorell, di taman remaja sudah ada monorel, ingat itu,” kelakar Didik

Sebelumnya, Pemkot Surabaya mengirimkan surat kepada PT Star Remaja yang isinya pembubaran taman hiburan di Jalan Kusuma Bangsa itu.

Menurutt Sekkota Surabaya, Hendro Gunawan, dalam evaluasi beberapa tahun terakhir ini menunjukkan bahwa Taman Remaja Surabaya merugi dari sisi keuangan dan tidak ada pengembangan.

“Sehingga kami berpendapat kalau ada perusahaan daerah yang tidak menguntungkan, kami akan ambil alih kemudian develop lebih baik.” katanya.@wan

Related posts