Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Masyarakat Jakarta dan sekitarnya diimbau untuk ikut peduli dalam melestarikan kesenian daerah Reog Ponorogo. Apalagi grup reog asal DKI Jakarta beberapa kali menyabet gelar juara dalam ajang Festival Reog Nasional yang rutin digelar setiap tahunnya di Ponorogo, Jawa Timur.

“Budaya reog ini mengajarkan nilai-nilai moral, diantaranya solidaritas, guyub, persatuan, kesetiaan, pengorbanan, keberanian, dan tanggung jawab. Di Jabodetabek tercatat ada sekitar 20 grup yang tergabung dalam Komunitas Reog Ponorogo,” kata Wakil Ketua Komunitas Reyog Ponorogo, Suparno Nojeng, Sabtu (25/04/2015).

Nojeng menjelaskan, untuk menyamakan persepsi sekaligus silaturahmi, pihaknya juga mengadakan pertemuan yang dihadiri puluhan tokoh dan pegiat Reog Ponorogo yang
berasal dari Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi dan Depok. Pertemuan ini dilangsungkan di Giri Lawu Bintaro, Jakarta Selatan.

“Tujuan komunitas ini adalah untuk melestarikan dan mengembangkan seni budaya serta memasyarakatkan Reog Ponorogo. Untuk itu kami berharap peran pemerintah, baik pusat maupun daerah, BUMN, BUMD maupun perusahaan swasta agar merasa memiliki seni budaya reyog. Mengingat Reog Ponorogo merupakan salah satu warisan seni budaya kebanggaan Indonesia yang unik dan memiliki nilai jual pariwisata yang tinggi,” ujar Nojeng.

Sementara itu di tempat yang sama, spiritual conceptor Giri Lawu yang juga Pemerhati Sejarah Nusantara, Marius Gumono, terobsesi Reog Ponorogo apabila dikemas dalam cerita dan tata gerak modern layak tampil seperti pertunjukan Broadway di Marina Bay Sands Theater.

“Reyog Ponorogo syarat nilai historis, tidak kalah dengan Beauty and The Beast, Peter Pan, Cinderella, dan lainnya. Diperlukan kreativitas untuk bersaing world class. Apalagi ini syarat dengan pesan moral dan nilai-nilai kemanusiaan”, kata Gumono.

Pertemuan ini dihadiri antara lain Ketua Dewan Pembina Komunitas yang juga Pimpinan Reyog Suryo Budoyo, Suryo Mulyono atau biasa dipanggil Mbah Suryo, Ketua Komunitas yang juga Pimpinan Reog Bantar Angin, Suyatno, Sekretaris Komunitas M Syaiful Jihad, Bendahara Komunitas Agus Susanto Kenthus, tokoh reog dari Jakarta Timur, Suparlan, tokoh reog Jakarta selatan Sutrisno Gondrong, tokoh reog Jakarta Utara Kambali, tokoh reog dari Depok Agus Susanto dan tokoh reog dari Tangerang, Prayogi Prastowo.***