LENSAINDONESIA.COM: Sejumlah pemain Persebaya dan ribuan bonek menggelar sepakbola jalanan di Jl Raya Darmo, tepatnya di depan Taman Bungkul Surabaya, Minggu (26/04/15) sore.

Bermain sepakbola di jalan raya ini dilakukan sebagai bentuk protes kepada Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) yang melarang Persebaya Surabaya mengikuti kompetisi liga nasional.

Sepakbola di jalanan ini diikuti beberapa pemain Persebaya seperti, Jendri Pitoy, Siswanto, Rudi Widodo dan lima pemain Timnas U-23 seperti Fandi Utomo, Ilhamudin Armain, Putu Gede, Sahrul Kurniawan dan Hargianto.

“Kami ingin tunjukan bahwa kami bisa bermain di mana saja. Semoga Menpora berbesar hati untuk hentikan pembekuan ini,” kata Jendri Pitoy, kiper sekaligus kapten Persebaya.

Sementara itu, Evan Dimas tidak ikut aksi sepekbola jalanan lantaran terjebak macet ketika akan mendatangi lokasi.

Meski hanya berlangsung setengah jam, namun kehadiran ribuan bonekmania ini sempat membuat repot pihak aparat. Ratusan polisi yang diterjunkan terpaksa harus menutup jalan Raya Darmo ke arah utara. Sedangkan jalam Raya Darmo arah ke selatan tetap dibuka.

Sementara itu, pelatih Persebaya Ibnu Grahan mengakui telah memberi izin para pemainya menggelar sepakbola di jalanan sebagai bentuk protes terhadap Menpora. Menurutnya, sebagai pesepakbola profesional, aksi protes para pemain tersebut sah-sah saja sebab sepakbola adalah mata pencaharian mereka. Ya lumayan (aksi ini) bisa buat hiburan pemain saya. Mereka sangat terpukul dengan adanya kebijakan ini (kompetisi dihentikan),” ujarnya disela sepekbola jalanan.

Sementara itu, ribuan massa Bonekmania juga menggelar aksi membawa spanduk dan mobil pick up yang di parkir di tengah jalan. Di atas mobil pick up, salah seorang koordinator aksi berorasi yang banyak menyerang Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi.

Menteri asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menjadi sasaran tembak, karena dianggap sebagai pihak yang memicu kekisruhan sepakbola tanah air. “Menpora terng-terangan merusak sepakbola tanah air, dengan cara membekukan PSSI dan menghentikan kompetisi liga Indonesia,” ujar Hamim Gimbal, salah satu kordinator aksi demo.

Aksi ini, dilakukan Bonekmania sebagai bentuk protes keras atas keputusan Menpora yang membekukan PSSI. Akibat pembekuan ini, pertandingan lanjutan kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2015 yang sedianya digelar tanggal 25 April terhenti.

Aparat kepolisian di Surabaya, Malang dan Gresik, menolak memberikan rekomendasi pertandingan dan pengamanan, karena Mabes Polri tidak memberikan izin penyelenggaraan. Termasuk, Polda Jatim yang tidak merekomendasikan pertandingan Persebaya lawan Persiba Balikpapan di Surabaya dan Persegres lawan PSM Makassar di Gresik, Minggu (26/04/2015) hari ini.@angga