LENSAINDONESIA.COM: Meski sangat minim saksi dan bukti dalam kasus pembunuhan sopir Taksi Blue Bird QQ 318, Moh Rusdi (52) asal Desa Karang Anyar, Kecamatan Kwanyar, Bangkalan, Madura, Crime Hunter Polrestabes Surabaya yang melakukan penyelidikan mulai menemukan titik terang

Dalam mengumpulkan bukti-bukti, anggota Crime Hunter yang di back up Jatanras Polda Jatim, mengindikasikan pelaku pembunuhan berperawakan tinggi kurus. Saat ini polisi masih melakukan sketsa wajah dan masih dalam proses penyempurnaan

“Dari bukti yang sangat minim dan saksi, pelaku pembunuhan terindikasi adalah seseorang berperawakan tinggi kurus. Guna memperkuat bukti yang diperoleh, saat ini kami melakukan penyempurnaan sketsa wajah pelaku untuk pegangan anggota Crime Hunter di lapangan,” terang Kasat Reskrim Porestabes Surabaya AKBP Takdir Mattanete.

Seperti diberitakan lensa Indonesia sebelumnya, sopir Taksi Blue Bird, Moh Rusdi (52), ditemukan tewas dengan luka di leher cukup parah. Pelaku pembunuhan diduga adalah penumpang yang dibawanya. Hal itu terlihat dari banyaknya ceceran darah di kursi pengemudi dan pintu bagian depan

Tewasnya sopir Taksi Blue Bird L 1518 UF dengan nomor lambung QQ 318 yang menggegerkan warga Jl Kalisosok dan sekitarnya, ini diduga bermotif dendam. Hal tersebut terlihat dari tidak adanya barang korban yang hilang. @rofik