LENSAINDONESIA.COM: Kenaikan tarif kereta api (KA) Ekonomi per 1 April 2015 sebesar 150 persen sampai dengan 400 persen dikeluhkan oleh masyarakat Jombang. Asosiasi penumpang kereta api Jombang juga meminta sistem
penjualan tiket oleh kereta api di benahi.

Melalui anggota DPR RI Komisi V, Sadarestuwati, masyarakat Jombang mengeluh atas kebijakan PT Kereta Api yang menaikkan tarif tersebut. Padahal mereka setiap hari berangkat kerja ke Surabaya dan sekitarnya menggunakan transportasi yang digembar-gemborkan murah meriah, Senin (4/5/2015).

Susanto, koordinator penumpang kereta api Jombang mengeluhkan adanya kenaikan tarif tersebut. Pasalnya untuk KA Tumapel naik 150 persen dari Rp4000 menjadi Rp10.000. Sedangkan kereta api Penataran – Dhoho naik hingga 173 persen dari Rp5.500 menjadi Rp15.000, dan KRD, komunitas pengguna KA Penataran-Dhoho (eks KTB ) mengalami kenaikan yang sama.

“Apalagi KRD kereta api lokal yakni Kertosono – Surabaya mengalami kenaikanm harga dari Rp2.000 menjadi Rp10.000. Secara otomatis masyarakat yang bekerja di Surabaya dan menggunakan jasa kereta api tersebut sangat keberatan. Padahal transportasi tersebut digembar-gemborkan memihak terhadap rakyat,” cetusnya.

“Kami berharap adanya anggota dewan DPR RI dari dapil VIII Sadarestuwati bisa menyerap aspirasi kami. Kami juga meminta agar penjualan tiket kereta api dibenahi. Pasalnya, kami sangat kesusahan jika membeli tiket jauh-jauh hari dan tidak bisa secara langsung,” pungkas Susanto, di posko penumpang KA, Desa Candimulyo Jombang. @Obi