LENSAINDONESIA.COM: Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengajak Abraham Lunggana atau Lulung untuk maju dalam pemillihan gubernur DKI Jakarta bakal digelar 2017 mendatang. Selain Lulung, Ahok juga mengajak Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini untuk berebut kursi DKI 1.

Menurutnya, masyarakat Jakarta akan mendapatkan pilihan calon-calon yang kompeten. Ia pun meminta warga DKI untuk tidak memandang rendah kepala daerah lain pimpin Ibu Kota. Sebagai bukti, Joko Widodo yang sebelumnya Wali Kota Surakarta bisa menjadi Gubernur DKI dan kini menjabat Presiden RI ketujuh

“Enggak apa-apa. Saya kan selalu bilang kalau ada yang lebih baik dari saya (jadi gubernur), berarti bagus dong saya enggak usah jadi gubernur. Ngapain capek-capek sampai sore jam segini jam segitu (masih di kantor),” kata Basuki, di Balai Kota.

Ia juga mengatakan publik Jakarta juga tak perlu memilihnya lagi bila dianggap tak layak dan ada kandidat yang lebih jujur dan kompeten. Pernyataannya menanggapi survey Cyrus Network yang hasilnya Ahok mendapatkan 42,8 persen pemilih, sedangkan Risma mendapatkan 37,2 persen. Sisanya, 14,3 persen ragu-ragu dan 5,7 persen tidak menjawab.

Survei tersebut diselenggarakan pada 23 April-27 April 2015. Metode yang dilakukan adalah multistage random sampling.

Responden tersebar secara proporsional di seluruh wilayah kelurahan DKI Jakarta dengan umur minimal 17 tahun.

Responden yang terpilih diwawancarai lewat tatap muka. Jumlah responden sebanyak 1.000 orang dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error kurang lebih 3,1 persen..

Lebih lanjut, masyarakat Jakarta tak perlu alergi dengan kandidat luar ibukota. Ia sendiri bukan merupakan warga asli Jakarta, melainkan mantan Bupati Belitung Timur.

“Kita enggak bisa menganggap remeh orang. Dulu orang bilang mana bisa Ahok Bupati Belitung Timur pimpin Jakarta, Jokowi juga Wali Kota Solo mana bisa jadi Gubernur. Tetapi buktinya sekarang dia bisa jadi Presiden,” kata Basuki. @sita/kmp