LENSAINDONESIA.COM: Istri dihukum di Rutan Medaeng dalam kasus pencopetan, Teman (51) kuli bangunan warga Jl Pacar Kembang III, tega melampiaskan nafsu birahinya kepada anak bungsunya sendiri, sebut saja namanya Bunga (16). Bapak bejat ini menjadikan anak kandungnya itu sebagai budak seks sejak awal Januari hingga Maret 2015.

Pencabulan bermula ketika bapak bejat ini meraba payudara Bunga. Gadis ABG itu sempat berupaya menolak namun sang bapak mengancam tak akan membiayai sekolahnya sehingga peristiwa itu terus berulang dan makin mkenjurus lebih jauh.

Akhir Maret 2015, Teman yang ingin melampiaskan nafsunya berpura-pura meminta anak bungsunya tersebut sedang sakit dan minta dikerok lantaran masuk angin. Namun saat di dalam kamar mendadak bapak bejat ini meraba-raba tubuh anak kandungnya sendiri itu sambil menggesekkan kemaluannya ke paha korban.

Tak lupa, bapak bejat ini juga meraba-raba daerah sensitif korban. Lagi-lagi Bunga tak bisa menolak karena diancam tak diberi makan dan tak disekolahkan jika tak mau menuruti kemauan sang bapak.

Aksi pencabulan bapak bejat ini baru terungkap setelah korban yang tak tahan dengan perbuatan tersangka, mengadu ke keluarga ibunya. Mendengar itu, keluarga bersama warga langsung melabrak bapak bejat ini dan menghajarnya beramai-ramai.

Petugas Unit PPA Polrestabes Surabaya yang mendapat laporan segera datang ke lokasi dan mengamankan tersangka. SEtelah memeriksa keterangan saksi dan korban serta melakukan visum terhadap BUnga, bapak bejat itu lalu diperiksa dan dijebloskan sel tahanan.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Takdir Mattanete menjelaskan selain melakukan tindak pencabulan terhadap anaknya sendiri, tersangka juga melarang Bunga bergaul dengan teman sebayanya. Bahkan dia tega memerintahkan anaknya dengan hal tak lazim. “Kalau kamu butuh begituan gak usah dengan temanmu. Mending sama bapak saja,” terang Alumni Akpol 1998 ini menirukan ucapan tersangka.

Dihadapan petugas penyidik PPA Polrestabes Surabaya, tersangka pencabulan ini mengaku sudah hampir empat tahun tidak melakukan hubungan badan dengan istrinya hingga keduanya memilih bercerai pada November 2014. “Saya khilaf karena sudah empat tahun pisah ranjang sehingga kami bercerai. Istri saya sekarang juga dipenjara karena mencopet,” ungkapnya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, bapak bejat tersangka pencabulan ini dijerat penyidik PPA Polrestabes Surabaya dengan pasal 82 UU RI no 23 tahun 2002 dan diancam hukuman 15 tahun penjara. @rofik