LENSAINDONESIA.COM: Pihak Pemkot Kediri akhirnya mengambil alih pelelangan eks Tanah Kas Desa (TKD) di Kelurahan Pesantren, Kecamatan Pesantren. Hal ini menyusul dugaan korupsi yang dilakukan oleh bendahara kelurahan yang mencapai setengah miliar rupiah.

Plt DPPKA Kota Kediri Bagus Alit membenarkan pengambilalihan pelelangan tersebut dan mulai 2014 semua lelang eks TKD ditangani oleh DPPKA. “Pihak Pemkot Kediri melalui DPPKA mengambilalih pelelangan eks TKD mulai 2014, “ kata Bagus,
Jumat (8/6/2015).

Seperti diberitakan sebelumnya,modus penyelewengan asset eks TKD tersebut disinyalir paling rawan berada ditiap Satker Kelurahan di Kota Kediri. Sebab, penyelewengan aset Pemkot di tiap Kelurahan Kota Kediri kebanyakan dilakukan dengan pelelangan untuk pengelolaannya. Dana hasil pelelangan itulah yang sering dimanipulasi oleh oknum di beberapa kelurahan.

Pasalnya, nilai hasil lelang tersebut dengan yang disetorkan ke kas daerah kemungkinan jumlahnya akan berbeda.Pemkot Kediri berpotensi mengalami kerugian mencapai miliaran rupiah menyusul adanya temuan BPK (Badan PemeriksaKeuangan) tentang banyaknya aset pemkot di beberapa kelurahan yang tak dimasukkan kas daerah (Kasda) Kota Kediri.

Sementara itu dari data temuan BPK tercatat pada tahun 2011 – 2012 di Kelurahan Pesantren, Kecamatan Pesantren, saja kerugian Pemkot mencapai Rp102,194 juta. Ini dihitung dari selisih lelang sewa eks Tanah Kas Desa (TKD) dari tahun 2011 hingga 2012 sudah bermasalah.

Dan nilai lelang tanah bekas asset Kelurahan Pesantren mencapai Rp445,958 juta,sedangkan yang disetor ke kas daerah hanya Rp343.764 juta untuk tahun 2011 –2012.

Dan pada tahun 2013 – 2014 semua dananya diduga tidak disetorkan.

Dari angka kerugian Pemkot tersebut jika dikalikan jumlah kelurahan yang mengadakan lelang sekitar 20 kelurahan saja maka kerugian Pemkot sudah mencapai miliaran rupiah.

Dan dari sumber yang dihimpun oleh lensaIndonesia, dari hasil temuan BPK tersebut, tidak menutup kemungkinan terjadi penyelewengan di beberapa kelurahan yang ada di Kota Kediri yang juga menangani lelang hingga ratusan juta rupiah, seperti di Kelurahan Bawang, Kelurahan, Blabak, KelurahanTempurejo, Kelurahan Bandar Lor,Kelurahan Mrican.

Untuk diketahui, pada saat ini Penyidik Unit Tipikor Polres Kediri Kota, menaikkan status hukumdugaan korupsi lelang sewa Eks Tanah Kas Desa ( TKD ) milik Kelurahan Pesantren tahun 2012-2013. Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) berinisial DP sebagai terlapor yang diketahui adalah bendahara Kelurahan Pesantren.

Dia diduga menggunakan uang lelang aset bekas milik Kelurahan Pesantren itu sebesar Rp491juta. Dana tersebut seharusnya disetorkan ke kas daerah. @ andik kartika