Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.   
HEADLINE JATIM RAYA

PVMBG: Tanah terbelah di Ponorogo level waspada 

LENSAINDONESIA.COM: Pergerakan tanah di Dusun Kangkungan, Desa Puhijo, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur yang menimbulkan rekahan yang makin hari makin lebar dan panjang.

Saat ini lebar rekahan mencapai 1, 8 meter dengan pajang mencapai 300 meter lebih. Tanah dengan lubang ‘mengagah’ tersebut membentang di atas lahan perbukitan seluas 3 hektare.

Rekahan mulai terlihat pada akhir Februari lalu, namun rekahan kembali menganga lebar akibat curah hujan yang masih sangat tinggi akhir-akhir ini.

Kendati begitu, hingga saat ini belum ada lagi tindakan dari Pemkab Ponorogo untuk menangani kondisi ini. Baik untuk lokasi retakan maupun untuk warga yang terancam bencana longsor yang tinggal di lokasi retakan.

Kepala Desa Puhijo Hartanto mengatakan, akibat gerusan air hujan, rekahan tanah semakin lebar dan dalam.

“Awal pekan lalu paling lebar, yaitu hanya sekitar satu meter, kemarin lebarnya sudah menjadi sekitar 1,8 meter. Kedalaman yang semula hanya sepinggang orang dewasa kemarin juga sudah lebih dalam,” ungkapnya kepada lensaindonesia.com, Sabtu (09/05/2015).

Sementaraitu, kondisi rekahan tanah yang membahayakan warga ini telah diteliti oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung, beberapa waktu lalu.

“Iya mas, beberapa hari lalu ada dari Bandung datang kesini, meneliti dan membawa sampel tanah, katanya sih mau diteliti,” ucap Parnun, perangkat Desa Puhijo.

Kedatangan tim dari Bandung ini juga dibenarkan Hartanto, Kepala Desa Puhijo. Dikatakanya, pihaknya telah menerima surat hasil penelitian dari Bandung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo.

Dikatakan Hartanto, dalam surat yang diterimanya menyebutkan, bahwa tanah di Dusun Kangkungan merupakan zona lemah akibat daerah ini merupakan daerah endapan dari material longsoran lama. Sehingga bobot masa tanah semakin meningkat serta daerah tersebut merupakan perelingan antara batu pasir tufaan dan napal yang bersifat kedap air dengan tanah pelapukan yang tebal dan gembur. Maka kontak tanah pelapukan dengan batuan dasarnya dapat merupakan bidang gelincir gerakan tanah.

Baca Juga:  First Media adakan audisi eSports first warriors berhadiah Rp1,3 M

“Dengan kondisi yang cukup mengkhawatirkan tersebut, PVMBG Bandung merekomendasikan tehnis kepada masyarakat yang beraktivitas di sekitar kejadian gerakan tanah dan untuk rumah-rumah yang terancam gerakan tanah harus lebih waspada, segera mengungsi dan menutup rekahan tanah kemudian dipadatkan, jika retakan tanah terus berkembang, dianjurkan untuk tidak melakukan aktifitas dilokasi tanah terbelah tersebut,” ucapnya.@arso