LENSAINDONESIA.COM: Pemilik Persebaya Surabaya, Gede Widiade, diam-diam telah melakukan pertemuan dengan Kemenpora dan BOPI terkait dualisme Persebaya. Bahkan pihaknya mengklaim terlebih dulu menerima undangan dan menjabarkan masalah yang ada dibanding Persebaya 1927.

Untuk diketahui, perwakilan Kemenpora telah turun ke Surabaya dan Malang untuk memperkuat data terkait polemik legalitas yang melibatkan Persebaya dan Arema. Pada Jumat (8/5) malam lalu, pihak Kemenpora mendatangi kubu Persebaya 1927 di Mess Eri Irianto di Jl Karanggayam. Pertemuan itu diikuti langsung oleh Komisaris Persebaya 1927 Saleh Ismail Mukadar dan perwakilan klub internal.

Gede Widiade menanggapi biasa pertemuan tersebut. Menurutnya, dia sudah lebih dulu bertemu dengan perwakilan Kemenpora dan BOPI di Jakarta. “Saya tidak mengurusi. Kenapa? Karena saya sudah bertemu dengan Kemenpora dan BOPI, tiga hari yang lalu. Mereka datang untuk mencari penyelesaian, tidak menyalahkan kiri kanan,” ungkapnya.

“Itu yang paling saya suka. Sebab, sebelumnya mereka hanya mendapat informasi dan data secara sepihak. Setelah bertemu saya, mereka tujuannya baik karena bertemu juga dengan pihak sana (Persebaya 1927),” imbuhnya.

Menurut Gede Widiade, situasi yang terjadi di Arema dan Persebaya berbeda. Jika di Arema ada dua kubu memperebutkan satu klub, sementara di Persebaya sudah jelas ada dua Persebaya dengan dua perusahaan terbatas (PT) yang berbeda. “Kalau yang di Arema di-islahkan mungkin masih bisa. Lah, jika di Persebaya jelas beda karena PT-nya saja lain,” bebernya.

Lebih lanjut dia kembali menegaskan salah satu opsi penyelesaian adalah adanya dua Persebaya yang berkiprah di Kota Pahlawan. Gede juga tidak masalah jika nantinya Bonek terpecah untuk mendukung masing-masing Persebaya. “Ada lima Persebaya dan Bonek tidak masalah. Di Milan dan Manchester saja ada dua klub” terang pengusaha asal Wonokromo ini.

“Dengan ada dua klub Persebaya, peluang pekerjaan lebih terbuka. Saya tidak keberatan kok, saya malah senang. Jika Persebaya yang saya kelola ini disebut Persebaya palsu, tidak apa-apa. Yang penting tim saya ini main, tim saya gajinya tidak tersendat. Jika tim saya disebut Persebaya asli tapi kalah dan tidak gajian, kan ya percuma,” tegasnya.

Gede Widiade juga menyatakan rencana tersebut mendapat dukungan para pemain dan ofisial Persebaya. @angga_lensa