LENSAINDONESIA.COM: I Gede Pasek Suardika menyatakan tetap maju menjadi calon ketua umum (Ketum) Partai Demokrat dan bertarung melawan incumbent, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Meski dirinya belum tentu bisa masuk di lokasi Kongres IV di Shangri La Hotel Surabaya pada Selasa (11/5/2015) besok, namun kader Demokrat yang kini menjabat anggota DPD RI ini tetap akan maju untuk regenerasi di tubuh partainya.

Bahkan niatnya tersebut juga diiringi oleh doa orang-orang disekitarnya. Gede Pasek mengaku telah meminta doa kepada mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum.

Anggota DPD RI ini menganggap penting doa dari Anas, karena, menurut Pasek, Anas adalah orang yang teraniaya di Partai Demokrat.

“Sebelum saya ke Surabaya ini saya sempatkan minta doa ke beliau (Anas). Doa orang teraniaya itu kan cepat dikabulkan Tuhan,” katanya saat ditemui di Surabaya, Senin (11/05/2015).

Meski demikian, ia juga mengaku bakal kalah jika memang jadi bersaing jadi calon Ketum melawan SBY. Semua aturan dalam Tata Tertib Kongres saat ini juga telah diubah. Sebab, calon ketum yang ingin maju harus mendaftar dengan sejumlah kriteria yang dikuasai oleh Steering Committe (SC), padahal penguasa tertinggi adalah pimpinan sidang.

“Dulu tidak begitu. Sekarang ini harus mendaftarkan diri minimal 30 persen suara tertulis diatas materai, kalau DPC tak mau tandatangan akan ada ancaman plt. Ini kan tak demokratis. Apalagi sekarang ini katanya sudah 90 persen dukungan untuk Pak SBY, itu berarti kan sudah selesai,” tegasnya.

Karenanya pihaknya meyakini kongres telah disiapkan secara terstruktur, sistematis dan masiv. Sehingga tak ada lagi calon ketum lainnya yang bisa maju, termasuk dirinya juga Marzuki Alie.

Diketahui, ada tiga nama disebut-sebut bakal maju menjadi ketua umum Partai Demokrat. Selain SBY, juga ada Gede Pasek Suardika dan Marzuki Alie. Namun, banyak pihak memprediksi bahwa Presiden keenam RI itu akan kembali merebut posisi ketua umum Partai Demokrat.

Pasek sendiri merupakan loyalis mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum yang sering berseberangan dengan SBY dan para pendukungnya, sedangkan Marzuki masih aktif di partai dan kini menjadi Wakil Ketua Majelis Tinggi DPP Partai Demokrat.@sarifa