LENSAINDONESIA.CO: Petugas Unit Reserse Mobile, Satreskrim Polres Garut membekuk lima pelaku perampok beras. Tiga dari lima palaku terpaksa ditembak kakinya karena berusaha melarikan diri saat dilakukan penangkapan.

Lima pelaku diantaranya adalah DB (25), AS (30), KS (24) dan YH (29) yang merupakan warga Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut dan satu orang lagi GG (39) warga Cikatomas, Tasikmalaya.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sedikitnya 640 karung beras dengan berat keseluruhan 16 ton. Selain hasil rampokan, petugas juga menyita satu unit Truk Fuso, mobil box, minibus, 1 air soft gun model Bareta dan tiga telepon genggam.

Kapolres Garut AKBP Arif Rachman mengatakan, Kapolres Garut, Ajun Komisaris Besar Polisi Arif Rachman mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari adanya laporan warga yang menemukan dua orang yaitu sopir bernama Gugun Gunawan (39) dan Firman (25) karnet warga Cikatomas Tasikmalaya, dalam kondisi terikat, mata dan mulut ditutup menggunakan lakban, di duga dibuang di Cikalong, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

“Keterangan kedua korban bahwa mereka merupakan korban perampokan yang dilakukan di sekitar TKP, jalan raya, Kadungora, Garut, dan kami langsung melakukan penyelidikan,” ungkapnya, Rabu (13/05/2015).

Menurut Kapolres, perampokan terjadi pada Sabtu (09/05/2015) lalu. Ketika itu, Gugun Gunawan dan Firman yang membawa 16 ton beras dengan truk Fuso dari Sragen Jawa Tengah, sedang beristirahat di sekitar jalan raya Kadungora, di Kampung Sukawening, Desa Karangmulya, Kadungora, Garut. Ketika itu, korban dihampiri oleh lima orang perampok yang menggunakan minibus dan langsung menodongkan senjata api.

Karena kalah jumlah, korban pun pasrah ketika para pelaku merampas kunci kontak fuso dan membawa kabur 16 ton beras.

Saat ini polisi juga tengah melakukan pengejaran seorang tersangka lagi berinisial P yang berhasil melarikan diri.@taufiq_akbar