LENSAINDONESIA.COM: Pengadilan Mesir menjatuhkan vonis mati terhadap mantan presiden Mesir Mohamed Morsi.

Putusan Hakim Shaaban el-Shami itu diumumkan di Kairo, Mesir, Sabtu (16/05/2015).

Seperti dilansir The Guardian, Morsi divonis mati dalam perkara dugaan menjadi mata-mata untuk kekuatan asing.

Diketahui, Mohamed Morsi merupakan presiden pertama Mesir yang dipilih secara bebas. Namun dia digulingkan oleh militer pada Juli 2013.

Sebelum pemerintahan Morsi jatuh, Mesir dilanda gejolak besar-besaran yang mengakibatkan ribuan orang tewas.

Konflik dinegeri Piramida itu berawal saat unjuk rasa besar-besar digelar warga Mesir yang menuntut agar ia mundur karena kebijakan memecah belah yang dituduhkan kepada Morsi.

Otoritas baru Mesir kemudian melancarkan operasi penangkapan terhadap para pendukung Morsi. Operasi tersebut menewaskan lebih dari 1.400 orang dan menyebabkan ribuan orang dipenjara.

Ratusan orang pun telah dijatuhi vonis mati dalam persidangan massal yang berlangsung kilat, yang dikecam keras oleh PBB. Badan dunia itu bahkan menyebut, kondisi seperti itu belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah.

Saat ini Morsi juga sedang menjalani hukuman 20 tahun atas tuduhan terkait dengan pembunuhan pengunjuk rasa di luar Istana Kepresidenan di Kairo pada Desember 2012.@ridwan_LICOM