LENSAINDONESIA.COM: Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur, memberikan penghargaan kepada dua mantan atlet yang pernah berjasa pada Provinsi Jatim, Yongki Kastanya dan Ricky Matulessy, Senin (18/05/2015).

Dua atlet berdarah Maluku itu masing-masing pernah mengharumkan nama Jatim era 80-an dan 90-an.

Yonki Kastanya adalah pemain Persebaya Surabaya di era Perserikatan tahun 80-an. Yongki membawa Persebaya meraih gelar juara Perserikatan musim kompetisi 1988-1989.

Yongki dikenal sebagai gelandang handal yang memulai dan mengakhiri karir sebagai Persebaya.

Sedangkan Ricky Matulessy mengharumkan nama Jatim melalui alahraga Tinju. Ricky pernah menjadi juara nasional tahun 1993-1994 dan IBF Intercontinental 1995-1997.

“Meski mereka Nyong Ambon, keduanya pernah mengharumkan nama Indonesia, khususnya Provinsi Jatim dengan prestasi di bidang Olahraga. Jadi tidak ada salahnya KONI Jatim memberikan penghargaan untuk mereka,” ujar Ketua Harian KONI Jatim, Dhimam Abror Djuraid di Resto Papa Roby Surabaya, Selasa (19/05/2015).

Abror mengungkapkan, Yongki merupakan sosok yang konsisten di dunia sepakbola. Bisa dibilang, hidupnya untuk sepakbola. “Saat ini hanya Yongki Kastanya yang masih aktif didunia olahraga, beliay menjadi pelatih sepakbola di SSB Arsenal. Bahkan Yongki dan saya tergabung dalam Subuh FC,” candanya.

Menurut Abror memberikan penghargaan kepada para mantan atlet berprestasi merupakan keharusan. Sebab mereka telah berjuang demi nama daerah dan negara.

“Yang pasti, sebagai pengurus KONI Jatim, kami ingin merekrut beberapa mantan atlet dan diusahakan bisa membantu para mantan atlet ini,” ungkap pria yang akan maju pada Pemilihan Walikota Surabaya ini.

Sementara itu, Roby, pemilik Restoran Papa Roby mengapresiasi upaya KONI Jatim berikan penghargaan kepada mantan atlet tersebut. Menurutnya, dengan penghargaan bagi atlet yang sudah purna akan mendorong oara atley muda untuk mengejar prestasi.

“Ini bisa menjadi pemicu semangat atlet lainnya untuk berprestasi. Ricky Matulessy mantan atlet berprestasi dia layak menerima penghargaan itu,” ujarnya.@angga_lensa