LENSAINDONESIA.COM: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Anas Yusus, Selasa (19/5/2015) memimpin langsung pemusnahan barang bukti Narkoba Jenis Sabu seberat 8,10 kg tersebut.

Pemusnahan ini disaksikan Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Yan Fitri Halimansyah, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini serta intasnsi terkait diantaranya BNNP Jatim, BNNK Surabaya dan Kejaksaan Negeri Surabaya.

Pemusnahan yang dilakukan di lapangan Apel Mapolrestabes Surabaya tersebut, dilakukan oleh pihak kepolisian, setelah terdapat kekuatan hukum terhadap ketiga tersangka Yakni Andik Ansori (24) warga Jl Tanah Merah Gg Kemangi dan Taufik (31) warga Jl Tanah Merah Gg Seledri, serta seorang bandar Narkoba Budiman alias Sinyo (38) warga Jl Kapasari III DKA yang tinggal di Desa Panggul Gedangan Sidoarjo.

Kapolda Jatim Irjen Pol Anas Yusuf mengatakan, acara pemusnahan merupakan salah satu kegiatan untuk mendukung program 100 hari Kapolri, yang tujuan utamanya adalah sebagai implementasi dari program pemerintah pusat nawacita.

“Saya apresiasi Polrestabes Surabaya, karena hari ini memusnahkan sabu seberat 8 kilogram,” terang Anas kepada sejumlah wartawan, Selasa (19/5/2015).

Menurut Anas, Polda Jatim beserta jajarannya telah membentuk satuan tugas (satgas) di masing-masing unit, termasuk satgas premanisme, kejahatan jalan serta satgas Narkoba. Kedua satgas ini termasuk paling banyak mengungkap kasus, sehingga Anas mengaku apresiasi terhadap kedua satgas tersebut.

Dalam acara pemusnahan sabu, polisi juga memamerkan hasil ungkap satgas premanisme, kejahatan jalan serta penggelaran barang bukti 10 unit mobil bodong hasil cipkon periode tanggal 20 April sampai 18 Mei 2015. 10 unit mobil bodong itu diantaranya satu unit suzuki swift, satu unit Suzuki Karimun, satu unit Suzuki Ertiga, satu unit Nissan Livina, satu unit honda jazz, satu unit Dhaihatsu Ayla, dan empat unit Avanza.

Sementara pengungkapan kasus dari satgas premenisme, kejahatan jalanan yaitu terdapat pencurian dengan pemberatan (Curat) sebanyak 51 kasus dengan 54 tersangka dan sudah ditahan, pencurian dengan kekerasan (Curas) sebanyak tujuh kasus, dengan 12 tersangka dan sudah ditahan, selanjutnya pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) sebanyak 46 kasus dengan 41 tersangka dan sudah ditahan.

Sedangkan kasus perjudian sebanyak 55 tersangka dan sudah ditahan, pencurian dengan kekerasan (Curas) sebanyak tujuh kasus, dengan 12 tersangka dan sudah ditahan, selanjutnya pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) sebanyak 46 kasus dengan 41 tersangka dan sudah ditahan.

Sedangkan kasus perjudian sebanyak 30 kasus dengan 55 tersangka dan sudah ditahan, dan kasus premanisme sebanyak 848 kasus, dengan jumlah tersangka sebanyak 859, yang ditahan 23 orang, dibina 720 orang dan tipiring sebanyak 116 orang.

“Jumlah total kasus yang diungkap sebanyak 982 kasus, dengan 1.021 tersangka, yang sudah ditahan 185 orang, dibina 720 orang dan tipiring 116 orang,” pungkasnya.@rofik