LENSAINDONESIA.COM: Terkait adanya dugaan oknum anggota kepolisan dari Polsek Mejayan, Madiun yang ikut mendatangi SMKN 1 Mejayan dengan oknum kejaksaan Mejayan beberapa waktu lalu, membuat Kapolres Madiun AKBP Deny Setia Nugraha Nasution angkat bicara.

AKBP Deny Setia Nugraha Nasution menjelaskan bahwa dirinya sudah mengecek di lapangan serta mengklarifikasi dugaan keterlibatan anggota polisi Polsek Mejayan yang ikut mendatangi ke sekolah. Bahkan, secara khusus menerjunkan tiga tim berlapis untuk
memeriksa kebenaran adanya oknum kepolisian yang ikut mendatangi SMKN 1 Mejayan.

“Saya menyatakan sudah mengklarifikasi dan mengecek langsung ke lapangan bahwa anggota saya dipastikan tidak ada yang terlibat dalam dugaan meneror SMKN 1 Mejayan. Terkait masalah tersebut, kita turunkan tim berlapis dari mulai intel, propam serta satgas tipikor juga sudah turun ke lapangan guna memastikan bahwa dipastikan tidak ada anggota Polres Madiun atau polsek Mejayan yang mendatangi smkn 1 Mejayan,” tegas AKBP Deny Setia Nugraha Nasution pada lensaindonesia, Rabu (20/5/2015).

Saat ditanya apa ada pihak yang mengaku-ngaku, AKBP Deny Setia Nugraha Nasution mengatakan bahwa dirinya tidak bisa memastikan hal tersebut. Pihak kepala sekolah mengatakan ada penyidik yang ikut hadir di smkn 1 Mejayan.

“Saya tidak bisa memastikan itu mengaku-ngaku karna dari pihak kepala sekolah menyatakan ada penyidik Mejayan yang waktu itu hadir. Penyidik kan bisa dari mana saja, bisa dari kepolisian bisa dari kejaksaan dan sebagainya. Dan saya pastikan sekali lagi tidak ada anggota polri yang datang ke sana menanyakan masalah itu. Tapi kalau masalah yang di kejaksaan silahkan berhubungan dengan kejaksaan ya,” pungkas Kapolres Madiun AKBP Deny Setia Nugraha Nasution.

Sebelumnya diberitakan dilensaindonesia.com Dua oknum Kejaksaan Negeri Mejayan, Kabupaten Madiun dan satu oknum kepolisian diduga melakukaan teror kepada Kepala
SMKN 1 Mejayan. Mereka membawa surat tugas yang diduga palsu dan tidak diketahui oleh Kepala Kejari Mejayan, datang ke sekolah.

Mereka datang untuk memeriksa urugan tanah yang ada di sekolah tersebut. Oknum tersebut juga menyampaikan pernyataan bernada teror bahwa akan dilakukan pemeriksaan bangunan sekolah.

Sementara Kepala Kejari Mejayan Andi Sundari saat ditanyai mengenai pemeriksaan urugan tanah di SMKN 1 Mejayan merasa kaget. Pasalnya, dia tidak pernah
memerintahkan dan menandatangani surat pemeriksaan untuk SMKN 1 Mejayan.

“Saya tidak pernah memerintahkan ataupun menandatangani surat pemeriksaan urugan tanah atau apapun juga terkait SMKN 1 Mejayan. Itu pasti oknum yang tidak bertanggung jawab,” kata Andi Sundari.@dhimaz_adi