LENSAINDONESIA.COM: Munculnya kabar beredarnya beras sintetis atau beras plastik di Bekasi, membuat Satreskrim tindak pidana tertentu (Tipiter) Polrestabes Surabaya, waspada. Dengan menggandeng Disperindag, BPOM, Bulog dan Dinas Pertanian Jatim, melakukan sidak ke sejumlah pasar tradisional di Surabaya, Rabu (20/5/2015).

Sejumlah pasar tradisional yang menjadi target sidak di antaranya, Pasar Bendul Mrisi, Wonokromo, dan Tembok. Dalam penelusuran kesejumlah pedagang tersebut, petugas tidak menemukan adanya beras yang terindikasi berbahan plastik.

Sudarno (69), salah satu pedagang di Pasar Bendul Merisi mengaku, dirinya belum tahu kalau saat apakah terdapat baras berbahan plastik tersebut sudah masuk ke Surabaya.
“Kami memang mendengar adanya beras berbahan plastik, namun sampai saat ini kami juga belum tahu apakah ini beredar kesini,” ucapnya.

Lelaki yang berdagang beras sejak tahun 1960 ini mengungkapkan, bahwa selama ini tidak pernah mengalami masalah, adapun permasalahan yang ada terdapat pada kwalitas yang mana beras kotor dan berbau. Dirinya juga berharap agar pemerintah tidak mengimpor beras.

“Saya tahu kalau ada beras yang berbahan plastik dari media. Dan saya heran kenapa beras itu (plastik) bisa masuk, seharusnya pemerintah jangan mengimpor beras, karena ini akan membunuh petani lokal,” terang pedagang yang mengambil beras dari Lamongan, Situbondo dan Madiun tersebut.

Kasi Pengawasan Barang Beredar dan Perlindungan Konsumen Disperindag Jatim Eka Setyabudi mengatakan, bahwa pihaknya terus melakukan pengawasan terhadap masuknya beras ke Surabaya dengan mengambil beberapa sampel.

“Kami akan menggandeng Bulog, dengan melakukan pengambilan sampel beras. Dan kami juga tidak tahu dari mana masuknya beras tersebut. Namun info awalnya dari bekasi,” terang Eka.

Eka juga mengungkapkan, bahwa beras berbahan plastik tersebut, berwarna bening, tidak pecah, dan bila dimasukan ke air mengambang. “Dari sampel yang kami ambil di beberapa pasar dan gudang impor yang terdapat di Jatim, kami masih belum menemukan. Namun nanti kami akan melakukan tes sampelkembali secara berkala,” paparnya.

Sementara Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya Kompol Widjanarko mengatakan, pihaknya melakukan antisipasi pencegahan terkait kabar beredarnya beras berbahan plastik tersebut karena sangat meresahkan masyarakat. “Kami melakukan antisipasi dengan melakukan pengecekan kesejumlah pedagang di pasar tradisional. Namun sampai saat ini kami belum menemukan, dan bila dikemudian hari ada indikasi kesana, pasti akan langsung ditindak lanjuti,” terang Widjanarko.@rofik