LENSAINDONESIA.COM: Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Jawa Timur menggagas pemberian bantuan dana hibah untuk masyarakat kecil. Kali ini menyasar kepada kelompok fungsional keagamaan. Seperti komunitas atau kelompok pengajian dari NU, yaitu Muslimat, Fatayat atau Aisyah dari Muhamadiyah, juga kelompok lain yang memiliki organisasi dan susunan pengurus.

Bantuan hibah yang diberikan kepada setiap kelompok pengajian sebesar Rp 25 juta yang diperuntukkan sebagai bantuan permodalan usaha atau koperasi.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jatim Mudjib Afan mengungkapkan, ide pemberian bantuan kepada kelompok keagamaan merupakan gagasan Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul). “Hibah untuk kelompok keagamaan ini digagas Gus Ipul. Bantuan ini sama seperti hibah untuk Kopwan (koperasi wanita). Target pelaksanaan tahun ini tapi sekarang masih tahap sosialisasi,” ujarnya saat ditemui dikantornya, Senin (25/5/2015).

Sementara untuk prosedur pemberian bantuan diawali dari proses pengajuan proposal atas nama kelompok keagamaan, susunan pengurusnya dan kelompok telah berjalan minimal dua tahun. Ditambah dengan fotocopy KTP pengurus, alamat sekretariat kelompok, serta melampirkan rekening Bank UMKM atau Bank Jatim.

Nah proposalnya itu, lanjut Mudjib Afan, dikirim ke Dinas Koperasi dan UMKM kabupaten/kota dengan syarat mengetahui dan disetujui Lurah atau Kepala Desa setempat. Kemudian proposal yang sudah dikirim, oleh kabupaten/kota akan diteruskan kepada provinsi untuk diverifikasi dan disetujui dalam pencairan bantuannya.

“Setelah kami (Dinas Koperasi dan UMKM Jatim) setujui, baru uangnya ditransfer BPKAD (Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah) Jatim lewat rekening bank daerah. Makanya kelompok pengajian itu harus buka rekening dulu ke Bank Jatim atau Bank UMKM,” tegas Mudjib Afan.

Pemprov Jatim menarget pemberian dana bantuan khusus untuk kelompok keagamaan ini kepada sebanyak 4000 kelompok pengajian. Dengan bantuan masing-masing Rp 25 juta, maka total anggaran yang disiapkan sebesar Rp 100 miliar.

Mudjib Afan menegaskan bahwa pemberian bantuan semacam ini bertujuan untuk lebih menghidupkan kembali gerakan koperasi di masyarakat. Selain itu, Pemprov berkewajiban mendorong serta memfasilitasi masyarakat agar punya jiwa enterpreneur (berwirausaha).

“Intinya bantuan modal dari kami ini agar bisa diputar untuk latihan dalam berwirausaha ataupun sebagai dana simpan pinjam bagi para anggotanya yang dikelola dengan baik. Pemerintah ingin masyarakat punya semangat tinggi berwirausaha dan inilah yang kami dengungkan untuk meningkatkan UMKM,” tukasnya.

Selanjutnya, perkembangan setiap kelompok pengajian penerima bantuan dana hibah ini akan terus dipantau oleh masing-masing Pemkab/Pemkot. @sarifa