LENSAINDONESIA.COM: Carut-marut dunia pendidikan di Garut, Jawa Barat baru-baru ini tercoreng dengan fakta yang mengejutkan. Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tiap siswa dipotong dengan angka variasi untuk ‘disetorkan’ kepada UPTD di sejumlah kecamatan.

Informasi yang dihimpun lensaindonesia.com, potongan dana BOS bervariasi seperti di Kecamatan Cibatu, sebesar Rp1600 per siswa. Di Kecamatan Sukawening, berkisar Rp3000 per siswa, di Kecamatan Pangatikan Rp1000 per siswa. Semua itu, dengan dalih untuk membantu operasional UPTD Pendidikan.

Pemotongan dana BOS dilakukan oleh Ketua Kelompok Kepala Sekolah (K3S), bersama Ketua PGRI. Setidaknya ini diakui oleh Dadang SP, Ketua PGRI Kecamatan Cibatu. Ia mengatakan, pihaknya bersama K3S sudah ada kesepakatan untuk memberikan bantuan operasional UPTD Pendidikan. Dimana dana tersebut disisihkan dari anggaran dana BOS sekolah. “Adapun besaran anggaran sesuai yang direncanakan adalah Rp1600 per siswa, ada kenaikan dari sebelumnya Rp500 per siswa. Namun hal itu dihentikan soalnya menuai konflik di lingkungan Kepala Sekolah,” ujarnya, Jum’at (29/5/2015) saat dihubungi melalui ponselnya.

Ditempat terpisah, Anggota Komite Sekolah di Kecamatan Sukawening, yang enggan disebutkan namanya, mengatakan, praktek pemotongan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), sebenarnya sudah terjadi dari dulu. Namun angkanya setiap tahun ada kenaikan.

“Sebenarnya praktek ini merupakan warisan dari Kepala UPTD yang terdahulu, namun saat ini pemotongannya hampir mencapai Rp3000 per siswa,” singkatnya.

Saat dikonfirmasi kepada Kepala UPTD Kecamatan Sukawening, Ade, saat dikonfirmasi lensaindonesia.com, tidak mengetahui dengan adanya pemotongan dana BOS, untuk operasional UPTD. Pihaknya baru mengetahui sekarang ini. “Kami akan segera mengecek kebenarannya, dan akan memanggil Ketua PGRI dan Ketua K3S,” ujarnya.

Dikatakannya, pihaknya selama menjabat UPTD di Kecamatan Sukawening, baru mendapat informasi kalau prkatek pemotongan dana BOS terjadi. “Sudah jelas dana tersebut diperuntukan untuk menutupi kebutuhan operasional sekolah,” katanya. @taufiq_akbar