LENSAINDONESIA.COM: Panglima Jenderal TNI Moeldoko menegaskan bahwa soliditas itu tidak hanya sebagai visi, akan tetapi sudah menjadi kehidupan TNI. Ia meminta agar meninggalkan ego sektoral masing-masing angkatan.

“Saya tidak menginginkan soliditas itu dipampang hanya sebagai visi. Visi itu sebuah angan-angan tapi soliditas sebagai realita kehidupan kita, karena ada yang ingin kita raih. Bagaimana kita membangun operasi yang terinteroperability kalau kita tidak bisa membangun soliditas. Soliditas bisa dibangun, apabila kita sama-sama memiliki emosi dan semangat yang sama”, ujar Jenderal TNI Moeldoko saat memberikan pengarahan kepada 1.380 prajurit TNI (Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara), dan PNS TNI serta Dharma Pertiwi Kogartap III/Surabaya, di Balai Prajurit Kodam V/Brawijaya, Jumat (29/5/2015).

Ia juga mengingatkan ego sektoral malah memperlemah TNI. Oleh karena itu, Moeldoko mengajak untuk membangun sebuah interoperability yang harus ditunjukkan didalam melaksanakan sebuah operasi. “Karena kita diciptakan sebagai prajurit untuk bertempur,” ungkapnya.

Panglima TNI juga menyampaikan bahwa, Presiden RI telah setuju akan menaikkan remunisasi, sampai 56 hingga 60 persen dari yang sekarang 37 persen. Upaya pemerintah memberikan peningkatan kesejahteraan, maka TNI harus lebih meningkatkan kinerjanya. Usai menyampaikan pengarahannya, Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko menyerahkan kenang-kenangan berupa jam tangan kepada prajurit, Danramil dan Babinsa di wilayah Garnisun Surabaya. @sita

Autentikasi

Kadispenum Puspen TNI
Kolonel Czi Berlin G. S.Sos., M.M.