LENSAINDONESIA.COM: Untuk menghindari pendapat mistis, kasus Akmal (12) bocah bertelur, langsung dikomentari Kepala Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Daerah Syekh Yusuf, dr Adriana Galla.

Menurutnya, benda yang menyerupai telur di dalam perut bocah warga Desa Mangempang, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa itu merupakan akibat pengapuran di dalam tubuh (kalsifikasi). Kalsifikasi ini membentuk cangkang bulat menyerupai telur.

Namun uniknya, benda ini tersimpan dengan aman di bagian panggul kiri, bukan di usus atau anus Akmal. “Tapi ini sudah bisa disebut tidak normal,” terang dr Adriana Galla.

Dokter ini berencana mengkonsultasikan kasus bocah bertelur itu ke dokter ahli bedah di Makassar. Sebab RSUD Syekh Yusuf di Kabupaten Gowa belum mampu melakukan penindakan lebih lanjut terhadap Akmal. “Kami hanya bisa menangani rasa nyerinya,” imbuh dr Adriana Galla.

Seperti diberitakan sebelumnya,warga Desa Mangempang, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa, gempar setelah salah satu anak, Akmal (12) di kampung tersebut mengeluarkan telur dari lubang duburnya

Peristiwa bocah bertelur yang menggemparkan itu terjadi pada Minggu (7/6/2015) sekitar pukul 16.30 WITA. Saat itu Akmal dibantu dukun beranak mengeluarkan telur setelah mengerang kesakitan di bagian duburnya. “Karena khawatir terjadi sesuatu, setelah mengeluarkan telur dia kami bawa ke rumah sakit,” terang Ruslim (48), ayah Akmal di Rumah Sakit Umum Daerah Syekh Yusuf, kemarin.

Dikatakan Ruslim, peristiwa bocah bertelur yang dialami Akmal bukan yang pertama kali. Menurutnya, Akmal mengeluarkan telur empat kali dalam dua pekan terakhir alias seminggu dua kali bertelur. “Yang pertama terjadi di tepi sungai Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa, beberapa hari lalu ketika dia buang air besar. Beberapa hari selanjutnya, anak saya mengeluarkan telur kedua namun juga pecah tak sengaja. Tapi saat pecah tak ada kuning telurnya,” paparnya. @andiono