Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
HEADLINE JATIM RAYA

Pemkab Kediri larang tempat hiburan malam beroperasi selama Ramadan 

LENSAINDONESIA.COM: Pemkab Kediri mengambil keputusan melarang semua tempat hiburan malam beroperasi selama bulan Ramadan. Alasannya, langkah antisipatif menghindari aksi sweeping dari organisasi masyarakat.

Dikatakan Bupati Kediri dr. Haryanti Sutrisno melalui Kepala Satpol PP Kabupaten Kediri Agung Joko mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar rapat dengan Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) untuk membahas kebijakan tersebut “Mungkin H-7 kita akan merapatkan ini. Selanjutnya kita beri surat edaran pada pengelola tempat hiburan, untuk tidak beroperasi pada bulan puasa nanti, ini juga untuk menjaga situasi yang sudah kondusif saat ini, apalagi ini juga menjelang Pilkada” kata Agung, Rabu (10/6/2015).

Lebih lanjut, Agung mengatakan jika masih ada pengusaha rumah karaoke atau kafe yang masih beroperasi selama bulan puasa pihaknya tidak akan segan-segan memberikan sanksi berupa pembekuan izin usahanya “Untuk itu kita beroordinasi dengan kepolisian untuk melakukan patroli. Dan jika ditemukan cafe atau rumah karaoke yang masih beroperasi akan kita sanksi,” tegas Agung.

Menurutnya, larangan beropersi tempat hiburan dan eks lokalisasi ini sudah dilakukan sejak lima tahun terakhir. Pihaknya tidak ingin suasana bulan puasa ini menjadi tidak kondusif dengan hanya memberikan pembatasan jam operasional

“Yang jelas untuk Pemkab melarang buka tempat hiburan malam seperti kafe, eks lokalisasi pada bulan puasa nanti. Untuk panti pijat kita masih akan rapatkan, karena panti pijat muncul baru-baru ini” tandasnya.

Diketahui dari data Satpol PP Kabupaten Kediri, ada sekitar 200 rumah karaoke yang ada di Kabupaten Kediri. Namun ironisnya hanya 13 rumah karaoke atau kafe yang memiliki izin resmi.

Sementara, Kebijakan sebaliknya dilakukan Pemerintah Kota Kediri, pada bulan puasa Pemkot Kediri masih memberi toleransi terhadap pengelola tempat hiburan malam dengan membolehkan cafe, atau rumah karaoke untuk beroperasi

Baca Juga:  Lengkapi berkas pendaftaran, Vinsensius Awey serius maju Pilwali Surabaya melalui NasDem

Namun ada pembatasan jam operasionalnya, yang biasanya buka hingga dari sore hingga dini hari, Pemkot hanya memperbolehkan buka pada pukul 20.30- 02.00.@ andik kartika