LENSAINDONESIA.COM: Hairanda, Advokat sekaligus terdakwa dalam kasus penipuan terhadap Kliennya dituntut 18 bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Dalam tuntutannya, Jaksa Ahmad Jaya menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 378 KUHP.

“Meminta majelis hakim menjatuhkan hukuman satu tahun dan enam bulan penjara,” ujar Jaksa Ahmad Jaya di ruang sidang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (17/6/2015).

Dijelaskan dalam surat tuntutan jaksa, peristiwa penipuan tersebut terjadi pada tahun 2013 silam. Saat itu, korban Mulianto yang terkena masalah hukum kasus penganiayaan menemui tAdvokat Hairanda untuk meminta bantuan hukum dan mendampingi korban yang saat itu jadi terlapor.

Beberapa hari kemudian, korban bersama anak dan isterinya dipanggil pihak Polrestabes Surabaya sehingga korban meminta agar didampingi dan akhirnya didampingi rekan terdakwa yang bernama Agus Hariyanto.

Advokat Hairanda kemudian memberitahukan ke korban bahwa perkaranya bisa dilakukan SP3 (dihentikan) karena tidak cukup bukti dan korban disuruh menyediakan uang Rp 100 juta untuk diserahkan ke pejabat Polrestabes Surabaya.

“Permintaan tersebut kemudian disetujui korban dan dilakukan beberapa kali transfer ke terdakwa. Setelah menyerahkan uang dengan total Rp 165 juta, termasuk untuk sucses fee terdakwa sebesar Rp 30 juta, namun janji terdakwa tidak terealisasi,” terang Jaksa Ahmad Jaya.

Dalam persidangan sebelumnya, Advokat Hairanda membantah telah melakukan penipuan, dia mengaku uang yang diminta dari Mulianto bukan digunakan untuk menyuap Kapolrestabes Surabaya, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya dan penyidiknya, melainkan sebagai honor pendampingan saat saksi korban Mulianto beserta istri dan anaknya tersandung kasus penganiayaan.

Selain mencatut nama Kapolrestabes, Kasatreskrim dan penyidik, ternyata juga terungkap dalam SMS Advokat Hairanda yang meminta sejumlah dana untuk mengkondisikan Kasipidum Kejari Surabaya. Tapi lagi-lagi fakta yang terungkap di persidangan tersebut disangkal terdakwa.

Atas tuntutan tersebut, terdakwa Hairanda maupun tim pembelannya mengaku akan mengajukan perlawanan dalam bentuk nota pembelaan. “Saya ajukan pembelaan dan minta waktu satu minggu,” ucap Advokat Hairanda yang juga disambung kalimat serupa dari tim pembelanya. @ian