LENSAINDONESIA.COM: Sejumlah kebutuhan bahan pokok di bulan Ramadhan tahun 2015 ini mengalami lonjakan lebih dari lima persen. Hal ini dilakukan rata-rata pedagang karena takut kehabisan stok akibat meningkatnya permintaan dari konsumen.

Di sejumlah pasar tradisional di Surabaya misalnya, harga kebutuhan bahan pokok sudah mulai naik beberapa hari sebelum masuk bulan Ramadhan. Seperti harga telur dan daging ayam broiler terus merangkak naik di berbagai pasar tradisional, dimana pada awal Mei 2015 harga telur ayam broiler masih Rp 19.000/kg, kini naik menjadi Rp 21.200/kg dan daging ayam sebelumnya berkisar Rp 28.000/kg kini naik menjadi Rp 30.100/kg.

Kemudian, harga daging sapi kualitas satu saat ini rata-rata berkisar Rp 95.600/kg, daging ayam kampung Rp 52.000/ekor, telur ayam kampung 32.000/kg, harga beras kelas medium IR 64 Rp 8.500-8.600/kg, tepung terigu segi tiga biru Rp 7.600/kg dan jagung pipilan kering Rp 5.700/kg.

Gula pasir lokal Rp 12.000/kg, gula merah Rp 12.500/kg, minyak goreng curah kualitas bagus Rp 11.600/kg, minyak goreng Bimoli kemasan botol plastik Rp 13.600/liter, kentang Rp 9.300/kg, wortel Rp 8.200/kg, tomat sayur Rp 7.900/kg, kubis Rp 5.400/kg, kacang tanah Rp 20.500/kg dan kacang hijau Rp 18.700/kg. Cabe rawit Rp 19.000kg cabe merah besar biasa Rp 23.500/kg. cabe merah keriting Rp 21.100/kg, bawang merah Rp 23.000/kg dan bawang putih Rp 117.500/kg.

Kepala Disperindag Jawa Timur Warno Harisasono mengakui memang sebagian besar bahan pokok harganya mulai naik, khusus untuk telur dan daging ayam, harganya terus merangkak naik. Ia menjelaskan, kenaikan dikarenakan permintaan pasar terus naik saat Ramadhan dan sebagian daging dan telur ayam ras Jawa Timur dikirim ke daerah lain di wilayah Indonesia Timur.

“Untuk mengatasi kenaikan harga ini, Disperindag Jatim menggelar operasi pasar dengan sistem bantuan ongkos angkut. Ada empat kebutuhan pokok yakni beras, gula, minyak goreng dan tepung terigu yang terus disubsidi. Sedangkan bahan pokok lainnya juga disediakan dalam operasi pasar tapi situasional,” papar Warno Harisasono, Kamis (18/6/2015).

Sejumlah bahan pokok yang juga disediakan situasional saat operasi pasar oleh Pemprov Jatim, seperti daging ayam broiler, telur ayam ras, cabe keriting, cabe merang, bawang merah dan bawang putih. “Untuk bahan pokok yang situasional, Disperindag Jatim menyediakan total sebanyak 350 kg per hari per titik dengan total 819 ton per hari diseluruh titik. Memang enam jenis ini sudah naik diatas lima persen,” tambah Warno Harisasono.

Pelaksanaan operasi pasar saat Ramadhan dilakukan serentak di 38 kabupaten/kota Jawa Timur, total di 78 titik pasar tradisional. Untuk masing-daerah terdapat 2 titik, khusus untuk Surabaya terdapat 4 titik. Operasi pasar digelar selama sebulan mulai 16 Juni lalu dengan jam operasional mulai pukul 06.30-10.00 WIB.

Disperindag Jatim menegaskan, barang kebutuhan pokok yang disediakan lewat operasi pasar tidak akan habis stoknya. Sebab hingga kini Jatim terus surplus. “Masalah stok sudah cukup untuk kebutuhan sehari-hari di Jatim bahkan untuk memenuhi sejumlah daerah luar. Jadi kita tidak khawatir. Semoga dengan adanya operasi pasar, harga akan kembali stabil,” tukas Warno Harisasono.@sarifa