LENSAINDONESIA.COM: Pasar murah yang diadakan oleh Pemkot Kediri di Kelurahan Semampir Kota Kediri, ramai diserbu warga sekitar yang akan membeli kebutuhan pokok.

Namun sebagian warga yang datang banyak yang mengeluh karena bahan pokok yang dibutuhkan oleh warga hanya terpaut Rp500 hingga Rp1000 dengan harga pasaran. Belum lagi, pembelian dilakukan dengan cara antre. Warga pun memilih pulang.

“Pulang saja mas, wong harganya terpaut cuma Rp500 ama harga di pasaran,” keluh Titin, warga setempat.

Mengetahui keluhan warga tersebut Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar yang akrab dipanggil mas Abu, langsung merespon keluhan tersebut. Ia pun meminta distributor Hypermart untuk mengubah harga agar masyarakat merasakan harga murah bahan pokok yang dibelinya.

“Setelah saya cek memang banyak warga yang mengeluh, dan saya meminta distributor untuk merubah harga agar lebih murah,” kata Mas Abu saat berada di Kantor Kelurahan Semampir, Senin (22/6/2015).

Wali Kota Kediri juga berjanji akan melakukan evaluasi terkait barang kebutuhan bahan pokok yang dijual di pasar murah. “Kami sudah menyarankan agar harga dievaluasi lagi dan mencari perbedaan ditempat yang murah dan jangan yang mahal,” kata Wali Kota.

Terkait langkah distributor yang membuat program beli dua gratis satu, Mas Abu minta dihapuskan. Ia juga meminta agar harga yang dijual bemar-benar murah sebagai bentuk CSR pada warga Kota Kediri.

DPasar murah ini dilakukan oleh Pemkot Kediri untuk menekan inflasi menjelang hari raya. Adapun pasar murah digelar di tiga kecamatan di Kota Kediri secara bergantian. @andik kartika