LENSAINDONESIA.COM: Lima anggota Sabhara Polres Gowa yang sedang melakukan patroli rutin di kawasan Bundaran Samata, Kelurahan Romang Polong, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, mendadak diserang puluhan pria berambut cepak, berbadan tegap dengan menggunakan parang, Kamis (2/7/2015) sekitar pukul 01.30 WITA.

Informasi yang dihimpun Lensa Indonesia, penyerangan terhadap anggota Sabhara Polres Gowa bermula saat lima polisi ini sedang melakukan patroli rutin lalu stand by di kawasan Bundaran Samata.

Mendadak dari arah Pattallassang datang empat mobil dua diantaranya jenis Xenia dan Avanza (hitam dan merah) berisi sekitar 20 penumpang pria berbadan tegap dan berambut cepak langsung menyerang menggunakan parang.

Diserang mendadak, lima anggota Sabhara Polres Gowa ini membela diri sebisanya. Namun karena kalah jumlah, mereka akhirnya jadi korban para pelaku yang menyerang dengan beringas. Dua anggota berhasil menyelamatkan diri, dua kritis karena mengalami luka parah dan seorang meninggal. Melihat para korban berjatuhan para pelaku langsung melarikan diri ke arah Jl Hertasning, Makassar.

Akibat penyerangan ini, Brigpol Mus Mulisdi mengalami luka bacokan di leher belakang, punggung, pantat, paha dan betis. Sedangkan Bripda Usman kena sabet parang di bagian belakang kepalanya. Kedua anggota Sabhara Polres Gowa ini kini menjalani perawatan medis di RSUD Syeikh Yusuf, Gowa.

Sementara Brigpol Irvanuddin yang mengalami luka parah di leher belakang, telinga kiri putus, lengan kanan dan bahunya kena sabetan parang, nyawanya tak terselamatkan dan dikirim ke RS UIT Makassar.

Hingga berita ini diunggah, Polres Gowa diback up Polda Sulawesi Selatan, masih menyelidikan kasus penyerangan terhadap anggota polisi yang baru saja merayakan HUT Bhayangkara ke-69, pada 1 Juli kemarin. “Menurut keterangan saksi, para pelaku penyerangan tubuhnya tegap dengan potongan rambut cepak. Sebagian besar menutupi wajahnya dengan menggunakan kain scarf,” terangnya. @andiono