Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menolak berkomentar perihal hasil analisa pakar telematika Roy Suryo yang manyatakan bahwa rekaman percakapan pengaturan skor pertandingan sepakbola SEA Games Indonesia melawan Vietnam dan Thailand sengaja dibuat oleh BS dan dengan salah satu mafia sepakbola, beberapa waktu lalu, adalah sebuah rekayasa.

Saat dihubungi pada Kamis (02/07/2015) pagi, Selain Imam Nahrawi, juru bicara Kemenpora, Gatot Dewa Broto juga tidak mau komentar terkait rekaman yang sengaja dibuat oleh BS di lantai 3 Kemenpora tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, mantan Menpora sekaligus pakar telematika Roy Suryo mengaku telah melakukan analisa tempat terjadinya percakapan berdasarkan hasil rekaman tentang pengaturan skor pertandingan tersebut. Berdasarkan analisanya, Roy menduga bahwa percakapan di dalam rekaman tersebut terjadi di lantai tiga kantor Kemenpora, Jakarta.

Dugaannya itu muncul setelah sebelumnya dirinya berupaya melacak lokasi hasil rekaman yang beredar di media massa dengan metode CDRI (Call Data Record Information). Di sistem tersebut ada nomor pengirim, penerima, durasi, lokasi, dan lain-lain.

“CDRI ini ada di semua operator, akan lebih mudah lagi jika ditambah dengan metode intercepting (penyadapan) seperti yang dilakukan oleh KPK. Konten percakapannya akan terekam juga,” tutur Roy Suryo di Jakarta, Rabu (01/07/2015).

Roy Suryo mengaku merasa curiga bahwa rekaman tersebut hanya dibuat-buat, lantaran hasil percakapan dengan seorang mafia terkesan sangat mudah. Bahkan, kemungkinan skor yang disebut dalam rekaman itu hanya ditebak dan bertepatan dengan hasil yang diraih timnas.

Menurut pria yang sangat menggandrungi pewayang serta fotografi ini, mafia sepak bola memang harus dibasmi. Namun tidak dengan bukti-bukti yang membuat olahragawan merasa sedih, seperti halnya para pemain U 23 yang baru tiba dari Singapura langsung disambut dengan isu yang dikaitkan dengan pengaturan skor atas kekalahan telak dari Thailand.

“Kalau mau usut mafia bola semuanya pasti setuju. Tapi, tidak dengan bukti yang dibuat-buat dan asal menuduh,” kata Roy.

Roy Suryo berharap kepolisian tidak akan tinggal diam, dan akan langsung melakukan penyelidikan terhadap rekaman ini hingga tuntas.

“Biarlah pihak kepolisian yang membuktikan ucapan saya. Kasihan Olahraga Indonesia kalau terus-terusan kondisi seperti ini, apalagi ada “BS” alias Bambang Suryo yang malah mau memanfaatkan situasi dengan “seolah-olah mafia”. Kita harus dorong kepolisian ungkap tuntas rekaman itu biar tidak jadi fitnah dan kriminalisasi atlet-atlet kita yang sudah berjuang mati-matian di Sea Games Singapura, meski hasinya terpuruk sepanjang sejarah,” ujarnya.@ridwan_LICOM/ht