LENSAINDONESIA.COM: Ketua DPW Partai NasDem Jawa Timur, Effendi Choirie menyatakan bahwa pihak DPP Partai NasDem dan PDIP sudah menjalin komunikasi terkait Pilkada Kota Surabaya. Sayangnya, hingga saat ini belum ada instruksi sampai ke tingkat provinsi maupun kota untuk memberikan dukungan
pasti kepada calon kepala daerah yang ikut di Pilkada Serentak nanti.

“Memang khusus untuk Pilkada Surabaya, DPP NasDem sudah berkomunikasi dengan DPP PDIP,” katanya di Surabaya, Kamis (2/7/2015).

Meski demikian, pihaknya menyebut berdasarkan data dari DPP Partai NasDem bahwa nama Calon Walikota Incumbent, yakni Tri Rismaharini (Risma) masih kuat dan belum ada yang bisa menyainginya.

“Yang pasti sudah komunikasi dan kayaknya akan bekerjasama (NasDem-PDIP), tapi belum diturunkan ke kami (DPW). Belum juga diinstruksikan dukung siapa, tapi DPP NasDem dapat data nama Risma belum bisa dilawan oleh figur lain. Tidak ada yang lebih populer dari Risma di mata rakyat Surabaya, sehingga kira-kira kecenderungan NasDem juga ke Risma,” cetus pria yang akrab disapa Gus Choi ini.

Namun ketika tidak ada figur lain yang bisa melawan Risma dan hanya muncul calon tunggal, maka lanjut Gus Choi, berarti Pilkada Kota Surabaya tidak jadi dilaksanakan. “Saya nggak tahu itu siapa yang bertanggungjawab. Bukan kita juga,” tegasnya.

Terkait perkembangan politik di Surabaya muncul poros Mojopahit yang rencananya akan melawan Risma, tapi hingga saat ini belum ada nama yang diusung oleh poros Majapahit. “Kan NasDem tidak diajak, sehingga kami tidak tahu figurnya siapa,” ujarnya.

Ditanya soal komunikasi dengan partai lain khususnya untuk 19 Pilkada di Jatim, Effendi Choirie mengaku akan akan membahasnya dengan Gubernur Jatim Soekarwo yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Jatim.

“Minggu depan ini akan kita bicarakan. Apakah kita koalisi atau nggak koalisi, kita akan kontak-kontakan dengan Pakde Karwo (Soekarwo). Pakde menjanjikan minggu depan ngobrol bareng dan ngopi bareng di malam hari ngomong  soal Pilkada di 19 daerah,” tandasnya.@sarifa