Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
HEADLINE DEMOKRASI

Penganiaya Bos Hotel Meritus dituntut 2,6 tahun penjara 

LENSAINDONESIA.COM: Oei Alimin Sukamto, terdakwa kasus penganiayaan Bos Hotel Meritus, dituntut dua tahun enam bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Endro dalam sidang di PN Surabaya, Kamis (2/7/2015) siang.

Dia terbukti melakukan penganiayaan dan pengrusakan sebagaimana diatur dalam pasal 351 ayat 1 KUHP dan pasal 406 ayat 1 ke (1) KUHP. Surat tuntutan tersebut dibacakan Jaksa Endro dalam persidangan yang digelar di ruang Garuda. “Menuntut terdakwa dengan hukuman dua tahun dan enam bulan penjara,” ucap Jaksa Endro saat membacakan surat tuntutannya.

Hal yang memberatkan dalam tuntutan tersebut dikarenakan terdakwa berbelit-belit dan tidak mengakui perbuatan penganiayaan yang dilakukannya.”sedangkan hal yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum,”Sambung Endro.

Seperti diketahui, peristiwa penganiayaan itu bermula saat Oei Alimin Soekamto sedang pesta miras pada 4 Agustus 2012 lalu. Ditengah asyiknya menengak minuman alhohol itu, terdakwa melihat Haryono Winata, pemilik Hotel Meritus dan menawarkan minuman tapi tawaran tersebut ditolak.

Penolakan itu membuat Oei Alimin Soekamto tersinggung lalu mengambil lampu di meja kemudian melemparkannya ke Haryono Winata. Akibat perbuatannya, korban mengalami luka pada bagian wajahnya dan korban tidak bisa beraktivitas selama empat hari.

Tak terima dengan perlakuan terdakwa, Haryono Winata melaporkan peristiwa penganiayaan tersebut ke Polsek Genteng dan menjadikan Oei Alimin Soekamto sebagai tersangka.

Namun sejak ditetapkan polisi jadi tersangka, Oei Alimin Soekamto tak kooperatif dan menghilang begitu saja. Akibatnya kasus ini sempat terhenti selama tiga tahun. Pelarian Oei Alimin Soekamto akhirnya terhenti setelah polisi berhasil menangkapnya dan melakukan penahanan.

Setelah ditahan, Oei Alimin Soekamto tak terima dan mengajukan gugatan Pra Peradilan terhadap Polsek Genteng ke PN Surabaya. Namun nasib baik tak berpihak padanya, hakim perkara pra peradilan yakni Burhanudin menolak gugatan Alimin dengan dasar penahanan terdakwa kasus penganiayaan tersebut, dianggap telah sesuai prosedur. @ian