LENSAINDONESIA.COM: Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim menggagalkan dugaan jual beli satwa dilindungi dengan barang bukti belasan burung langka dan tersangka, PAS (37) warga Jl Purwodadi, Kelurahan Jepara, Bubutan, Surabaya.

Belasan burung langka yang diamankan itu diantaranya satu ekor Elang Brontok, satu ekor Elang Laut Perut Putih, enam ekor burung Alap-alap Sapi, dua ekor anak elang, dua ekor Elang Laut kondisi mati, satu ekor Elang Jawa, lima kardus bekas penyimpanan burung dan tiga sangkar.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim Kombes Pol Muhammad Nurrochman mengatakan, kasus dugaan penjualan satwa langka dilindungi ini diungkap setelah menerima laporan dari aktivis lingkungan alam. “Setelah diselidiki, ternyata informasi itu benar. Petugas langsung melakukan penggerebekan dan berhasil mengamankan belasan burung langka di rumah tersangka,” terangnya.

“Tersangka sudah melakukan aktivitas penjualan satwa langka seak enam bulan lalu dengan menawarkan melalui akun facebook,” tambahnya

Kombes Pol Nurrochman menjelaskan lebih lanjut, sejak awal berbisnis hingga ditangkap, satwa langka tersebut selalu dijual tersangka di dalam negeri. Keuntungan yang diperoleh lumayan banyak karena harga burung yang dijual lumayan tinggi mulai dari Rp 500 ribu-ratusan juta rupiah per ekor. “Itu omzetnya setiap bulan tersangka bisa mengantongi duit puluhan juta hingga ratusan juta rupiah,” tandasnya.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol RP Argo Yuwono menambahkan, saat ini penyidik Ditreskrimsus Polda Jatim masih melakulan pengembangan untuk mendalami kasus tersebut. Tidak menutup kemungkinan ada pelaku lain dalam kasus jual beli satwa langka ini. “Melihat adanya pemasaran melalui jejaring sosial akun facebook, bisa jadi ada pelaku lainnya dan saat ini penyidik masih mendalami,” ungkapnya

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 40 ayat (2) juncto Pasal 21 ayat (2) huruf a dan c UU RI Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Data Alam Hayati dan Ekosistemnya dan diancaman hukuman pidananya paling lama lima tahun dan denda maksimal Rp 100.@rofik