Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ahmad Jaya akhirnya menuntut satu tahun penjara Lurah Rungkut Kidul, Dra Diah Ernawati, yang diduga terlibat kasus pemalsuan surat keterangan tanah, dalam sidang di PN Surabaya, Rabu (8/7/2015).

Lurah Rungkut Kidul ini dianggap terbukti membuat surat keterangan riwayat tanah atas nama Sofiyah Imam Kodrat (terdakwa lain dalam berkas terpisah). “Terdakwa terbukti melanggar pasal 263 ayat 1 KUHP,” kata Jaksa Ahmad Jaya Saat membacakan surat tuntutannya.

Dijelaskan dalam tuntutan, peristiwa pemalsuan surat keterangan tanah dilakukan ketika terdakwa Diah Ernawati menjabat sebagai Lurah Jemur Wonosari pada September 2007-Juli 2013. “Pada 2012 lalu, terdakwa didatangi warganya yakni Sofiyah Imam Kodrat dan saksi Sunardji untuk meminta dibuatkan surat keterangan kepemilikan tanah dengan buku penetapan huruf c No 1332 atas nama Sofiyah Imam Kodrat dengan luas tanah 4.020 meter persegi yang terletak di Jl Jemursari 7,9,11, Surabaya,” sambung Jaksa Ahmad Jaya.

Kemudian, Diah Ernawati memerintahkan stafnya, Sapto Hadi, untuk mengetik surat yang sebelumnya sudah dikonsep oleh terdakwa berisi tentang surat keterangan Nomor 590/41/436.9.14.4/2012 tanggal 4 September 2012 yang dibuat dan ditandatangani terdakwa selaku Lurah Jemur Wonosari.

Isi surat itu menerangkan persil No 63 d II yang terletak di wilayah Kelurahan Jemur Wonosari, Kecamatan Woncolo menurut daftar C No 1332, tertulis atas nama Safiah Imam Kodrat.

Dalam menerbitkan surat keterangan itu, ternyata isinya tidak sesuai dengan kenyataan sebagaimana yang terdapat dalam penetapan huruf c yang ada di kantor Kelurahan Jemur Wonosari atas obyek persil 63 d seluas 4.020 m tercatat dalam buku letter c no 359.

“Dalam buku resmi letter c no 359 bukanlah no 1332 dan tidak pernah ada pencatatan pada letter c sampai dengan 1332, karena dalam pencatatan terahkir adalah nomor 1051 dengan nama wajib IPEDA adalah Pertamina. “Dengan demikian surat itu tidak benar,”jelas Jaksa Ahmad Jaya.

Meski mengetahui jika letter C No 1332 merupakan atas nama Heru Kamaldi Mangundjojonegoro, namun terdakwa tetap membuatkan surat keterangan riwayat tanah tersebut. “Terdakwa sendiri telah mengetahui sebenarnya letter C no 1332 atas nama Ny Safiyah Imam Kodrat seluas 4.020 m tidak tercatat karena pada buku letter C tercatat atas nama Heru Kamaldi Mangundjonegoro selaku pemilik bekas Yayasan Kama Loka,”terangnya.

Atas tuntutan tersebut, terdakwa Diah Ernawati dan kuasa hukumnya, Ilhamto, mengaku akan mengajukan keberatan dalam bentuk nota pembelaan.”Kami ajukan pledoi dan mohon akan agar persidangan ditunda usai Lebaran,” ujar Ilhamto yang diamini Ketua Majelis Hakim, Maksi Sigerlaki.

Sementara dalam persidangan terpisah, terdakwa lain dalam kasus ini yakni Sofiyah Imam Kodrat juga dijatuhi tuntutan hukuman yang sama dengan Lurah Rungkut Kidul, Diah Ernawati. Namun, hanya jeratan pasal yang berbeda dalam tuntutannya.

Terdakwa Sofiyah dijerat dengan pasal menggunakan surat palsu. Selain itu terdakwa berusia 80 tahun ini juga akan mengajukan pembelaan. “Terdakwa Sofiyah terbukti melanggar pasal 263 ayat 2 KUHP,”Kata Jaksa Ahmad Jaya.

Meski keduanya dinyatakan terbukti bersalah, namun mereka bernasib mujur. Sejak perkara bergelinding di penyidikan Kepolisian hingga berakhirnya proses pembuktian jaksa atau tuntutan yang dibacakan di Pengadilan, kedua terdakwa ini tak perlu merasakan pengapnya udara dibalik jeruji penjara alias tak pernah ditahan. @ian