LENSAINDONESIA.COM: Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, akhirnya secara tegas menyatakan sudah mundur dari statusnya sebagai pegawai negeri sipil (PNS).

Hal ini disampaikan orang nomor satu di Surabaya tersebut setelah DPP PDIP resmi merekomendasikan Tri Rismaharini maju sebagai calon walikota (Cawali) untuk bertarung dalam Pilwali Surabaya 2015 pada 9 Desember mendatang.

Rekomendasi DPP PDIP bernomor 275/DPP/in/6/2015 itu akan menduetkan Tri Rismaharini dengan Ketua DPC PDIP Surabaya sekaligus Wakil Walikota Surabaya, Wisnu Sakti Buana.

Tri Rismaharini dalam acara rapat kerja cabang khusus (Rakercabsus) DPC PDIP Surabaya di Gedung Wanita Kalibokor, menyampaikan kabar itu. “Saya sudah menanggalkan status sebagai PNS sejak sebulan lalu,” terangnya, Rabu (8/7/2015).

Dalam acara Rakercabsus DPC PDIP Surabaya itu, Tri Rismaharini juga sudah mendapat kartu tanda anggota (KTA) PDIP. KTA itu diserahkan langsung Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDIP, Hasto Kristyanto. “Ini berat (maju jadi Cawali). Tapi ini adalah amanah,” ujarnya

Terkait pensiun dari PNS, alumnus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya mengaku keputusan itu diambil karena dia sendiri tertarik beraktivitas di luar pemerintahan. Bahkan, terkadang perempuan asal Kediri juga mendapat undangan dari sejumlah perguruan tinggi menjadi dosen tamu. Setelah mendapat rekomendasi ini, dirinya juga akan tetap beraktivitas sebagai walikota seperti biasanya.

“Bukan siap atau tidak siap. Tapi sekali lagi ini adalah amanah. Sebab kalau saya nanti terpilih lagi dalam Pilwali Surabaya 2015, saya harus menanggung nasib 2,8 juta warga Surabaya. Nanti ketika terpilih saya akan tetap utamakan kesejahteraan warga,” janjinya. @iwan