LENSAINDONESIA.COM: Semakin merucingnya masalah PSSI dengan pihak Kemenpora menuju batas akhir setelah kedua kubu masih menanti hasil dari Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) DKI Jakarta. Keputusan PTUN akan sengketa antara PSSI dan Kemenpora itu sendiri bakal digedok pada Selasa (14/7/2015) besok.

PSSI sendiri yakin akan meraih kemenangan dalam sidang PTUN. Hal ini disampaikan langsung Direktur Hukum PSSI Aristo Pangaribuan, yang optimis majelis hakim mengabulkan gugatan lembaganya. Namun dia khawatir jika pemerintah sebagai pihak tergugat justru menolak menjalankan keputusan pengadilan tersebut. “Buat apa kami menang di atas kertas, tapi tim nasional tak bisa berkiprah di ajang internasional,” ujarnya mengeluh.

Aristo Pangaribuan menyebut, percuma saja majelis hakim mengabulkan gugatan PSSI jika kompetisi sepak bola nasional tetap tak bisa bergulir lantaran Kemenpora tetap membekukan PSSI.

Menurutnya, semua pemain, wasit, perangkat pertandingan, hingga masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada sepakbola sebenarnya tak menganggap penting proses hukum yang tengah dijalani Kemenpora dan PSSI. “Hal yang penting bagi mereka, ialah bagaimana kisruh antara dua lembaga tersebut segera berhenti dan kompetisi bisa segera bergulir. Semoga pembacaan putusan akhir besok bisa menjadi momentum yang baik bagi sepakbola di tanah air,” sambung Aristo Pangaribuan.

Kisruh antara PSSI dan Kemenpora bermula dari tindakan PSSI yang menyetujui Arema Malang dan Persebaya Surabaya mengikuti Liga Super Indonesia pada 4 April. Padahal, kedua klub tersebut dinyatakan tak lolos verifikasi oleh Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI). Akibatnya, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi membekukan PSSI.

Pembekuan tersebut berujung pada jatuhnya sanksi dari induk sepakbola dunia, FIFA pada PSSI. Merasa dirugikan, PSSI lantas menggugat Kemenpora melalui pengadilan.@angga_lensa