LENSAINDONESIA.COM: Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letnan Jenderal TNI Mulyono meminta prajuritnya tidak terprovokasi pascapenusukan terhadap dua anggota TNI. Menurutnya, tidak menutup kemungkinan kejadian ini direkayasa.

“Saya minta seluruh prajurit Kostrad untuk tidak terprovokasi akibat kejadian ini. Kita doakan saja rekan yang sakit dapat segera sembuh dan yang meninggal dunia arwahnya diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Mulyono di markas Kostrad, Gambir, Jakarta, Senin (13/7/2015).

Mulyono menduga, ada sejumlah pihak yang menginginkan perpecahan bangsa. “Kita harus mengerti siapa kawan dan siapa lawan. Kejadian ini bisa merupakan rekayasa kelompok tertentu yang tidak ingin TNI-Polri solid,” kata Mulyono

Ia yakin para prajuritnya tidak akan melanggar perintah. “Saya bangga karena kalian semua profesional dan taat hukum,” sanjung Mulyono.

Namun dia berjanji akan menindak tegas pasukannya jika bertindak di luar ketentuan. Dan ia pun meminta pasukannya mempercayakan penanganan kasus yang menewaskan Pratu Aspin Mallobasang dan melukai Pratu Fatku Rahman ini kepada polisi karena mengandung unsur tindak kriminal murni.

“Yakinlah kasus ini bisa ditangani oleh pihak kepolisian,” sebutnya.

Sebelumnya, dua anggota TNI AD menjadi korban penusukan orang tak dikenal di Sulawesi Selatan pada Minggu 12 Juli. Sampai saat ini, pelaku penusukan belum ditemukan.

Peristiwa itu terjadi di areal parkir lapangan Syekh Yusuf Jalan Masjid Raya, Kelurahan Sungguminasa, Kecamatan Sombaopu, Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan.

Saat itu, Pratu Aspin Mallobasang, anggota Yonif 433 Kostrad, dan Pratu Fatku Rahman, anggota Brigif L-3/K, sedang menonton festival bedug.

Keduanya tiba-tiba didatangi sekitar 20 orang tak dikenal. Tanpa basa-basi mereka mengeroyok keduanya.

Menurut saksi mata yang berada di lokasi, salah satu pelaku berambut pendek, berkopiah hitam, dan berbadan tegap menusuk kedua orang anggota TNI AD tersebut.

Aksi ini mengakibatkan Pratu Fatku Rahman mengalami luka tusuk, namun dia berhasil melarikan diri. Sementara, Pratu Aspin menderita luka tusuk dan meninggal.

Usai aksi ini, para pelaku melarikan diri. Pelaku penusukan kabur mengendarai sepeda motor Scorpio berwarna silver variasi hitam. @sita/bbs