LENSAINDONESIA.COM: Perum Bulog Divre Jawa Timur menghentikan pengadaan beras. Hal ini tentu mengancam jumlah stok beras yang ada di wilayah Jatim, sebab penghentian pengadaan beras dilakukan selama 6 hari mulai 16-21 Juli mendatang.

“Ini bukan kami sengaja menghentikan pengadaan. Sebab saat libur Lebaran seperti ini tidak ada SDM yang bisa dipekerjakan untuk pengadaan gabah beras. Ditambah penggilingan padi tutup dan kuli angkut juga tidak ada yang bekerja. Jadi memang harus dihentikan dulu sementara,” kilah Kepala Perum Bulog Divre Jatim, Witono, Sabtu (18/7/2015).

Pihaknya juga mengakui penghentian pengadaan beras akan berdampak pada jumlah stok beras Bulog. Meski demikian, ia tidak khawatir karena stok pengadaan saat ini masih lebih dari cukup dan diperkirakan bisa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga tujuh bulan ke depan.

“Kami harap masyarakat memaklumi akan penghentian sementara ini. Karena setelah libur Lebaran Bulog siap kembali menyerap gabah dan beras petani,” imbuhnya.

Sebelumnya, Bulog Jatim ditargetklan Kementerian Pertanian untuk bisa melakukan pengadaan sebanyak 500 ribu ton terhitung mulai 16 Juni hingga 15 Agustus mendatang. Dengan adanya libur Lebaran dan juga waktu kerja akhir pekan yang kurang optimal, target waktu tersebut diperpanjang hingga akhir September 2015.@sarifa