LENSAINDONESIA.COM: Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho dan istrinya, Evi Susanti, hari ini akan diperiksa KPK, dalam kasus penyuapan hakim dan panitera Pengadilan Tata Usaha Negara Medan.

Mereka akan diperiksa mengenai pendanaan sejumlah uang suap. Jika sudah ditemukan dua alat bukti permulaan yang dianggap mencukupi, penyidik akan menetapkan Gatot dan Evi sebagai tersangka.

Pemeriksaan Gatot dan Evi hari ini merupakan penjadwalan ulang. Pasangan suami-istri itu seharusnya diperiksa pada Jumat kemarin, namun mereka tidak hadir dengan alasan akan menghadiri acara keluarga.

Menurut Indriyanto, bila hari ini mangkir lagi, apalagi tanpa disertai keterangan yang dapat diterima penyidik, penyidik akan melakukan upaya paksa berupa penjemputan.

“Kami akan menghadapkan beliau kepada penyidik untuk pemeriksaan lanjutan.” Kata Wakil Ketua KPK Indriyanto Seno Adji, Senin (27/7/15).

Pada Senin pekan lalu, tim penyelidik, penyidik, dan penuntut umum, sempat melaporkan perkembangan ketika sudah memeriksa Gatot berjam-jam. Tim menjelaskan pengakuan Gatot serta membeberkan bagaimana dugaan keterlibatannya. Penjelasan tim disimpan untuk kemudian menjadi bahan untuk memeriksa Evi.

Perkara penyuapan ini telah menjerat enam orang sebagai tersangka KPK. Pengacara kondang Otto Cornelis Kaligis dan anak buahnya yang bernama M. Yagari Bhastara alias Gerry disangka sebagai pemberi suap. Sedangkan Ketua PTUN Medan Tripeni Irianto Putro dan dua hakim PTUN Medan bernama Dermawan Ginting serta Amir Fauzi; juga Panitera sekretaris PTUN Medan Syamsir Yusfan disangka sebagai penerima suap.

Pengacara Gatot dan Evi, Razman Arief Nasution mengakui penyidik KPK bertanya ke Gatot soal pendanaan suap pada pemeriksaan sebelumnya. Dia juga mengakui Evi sering memberi uang ke OC Kaligis. “Tapi mereka tak terlibat kasus suap.”@tachta