LENSAINDONESIA.COM: Panitia Seleksi Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini akan mengukur kecerdasan dan potensi kerja serta menilai kepribadian dan integritas para calon pemimpin lembaga antirasuah itu lewat psikotes, simulasi, diskusi kelompok, wawancara, dan presentasi.

Tes tersebut diadakan selama dua hari, yakni Senin dan Selasa besok.

“Melalui rangkaian tes dua hari ini kami akan mengukur potensi kecerdasan dan strukturnya, cara kerja, potensi Kerja, hubungan sosial, kepribadian, integritas,” kata Juru bicara Panitia Seleksi Pimpinan KPK Betti Alisjahban, Senin (27/7/15).

Ia mengatakan, tes-tes tersebut ditujukan untuk mengukur kompetensi manajerial, kemampuan inti yang dibutuhkan untuk memimpin KPK.

“Kami melibatkan lembaga yang kompetensinya di bidang ini, juga melibatkan asesor psikolog, asesor bidang SDM/Manajemen dan asesor bidang hukum,” ungkapnya.

Betti juga mengatakan, Panitia Seleksi mulai melakukan penelusuran rekam jejak para calon, berkerja sama dengan berbagai lembaga seperti KPK, Kepolisian, Kejaksaan, Badan Intelijen Negara, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan, Kementrian Keuangan dan masyarakat sipil.

Beliau berharap melalui proses seleksi yang ketat dan melibatkan berbagai lembaga dan masyarakat akan terjaring calon pemimpin KPK yang terbaik.

Panitia Seleksi telah meloloskan 48 pendaftar dalam tahapan seleksi. Para calon yang lolos antara lain terdiri atas sembilan penegak hukum (jaksa, hakim, polisi), delapan akademisi, enam orang dari korporasi, lima dari KPK, empat auditor, empat dari lembaga negara dan lima pegawai negeri sipil. @tachta/ant/licom