LENSAINDONESIA.COM: PT Freeport Indonesia sampai kini masih menunggu perpanjangan izin ekspor konsentrat dari Ditjen Minerba, Kementerian ESDM. Izin ekspor komoditi perusahaan asal AS itu sudah tak berlaku sejak 25 Juli kemarin

Menurut juru bicara perusahaan Riza Pratama, pengajuan perpanjangan izin ekspor konsentrat sudah disetor.

Meski begitu, Freeport sampai kini masih menunggu dan mengharap perpanjangan izin segera terbit.

“Kami masih menunggu (rekomendasi SPE),” terang Riza di Jakarta, Selasa (28/7/2015) dalam pesan elektroniknya.

Sebelumnya, pengajuan izin ekspor PT Freeport dinyatakan tak memenuhi syarat. Kondisi itu terjadi akibat PT Freeport Indonesia belum menyodorkan rencana kerja pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) katoda tembaga selama 6 bulan ke depan. Rencana kerja tersebut merupakan syarat untuk mendapatkan perpanjangan izin ekspor konsentrat tembaga.

Dalam aturan main yang baru, ketentuan kerja tersebut terdapat dalam pasal 13 ayat B Peraturan Menteri ESDM No. 11/2014 tentang Tata Cara dan Persyaratan Pemberian Rekomendasi Pelaksanaan Penjualan Mineral ke Luar Negeri Hasil Pengolahan dan Pemurnian.

redaktur: adrian