Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.  
HEADLINE JATIM RAYA

Isak tangis warnai pemakaman mahasiswi UI korban kecelakaan tol Cipali 

LENSAINDONESIA.COM : Setelah kritis dirawat di Rumah Sakit Sumber Waras, Cirebon selama tiga hari, Mira Ayu Prisillia (23), satu dari delapan korban kecelakaan yang terjadi di tol Cikopo-Palimanan kilometer 166 akhirnya meninggal dunia, Senin(27/07/2015) sore.

Jenazah korban langsung diberangkatkan ke Ponorogo dan tiba dirumah duka menjelang subuh Selasa (28/07/2015).

Isak tangis keluarga menyambut kedatangan jenazah dirumah duka. Setiba di Dusun Niten, Desa Sumoroto, Kecamatan Kauman, Ponorogo jenazah dimandikan dan disholatkan terlebih dahulu di masjid desa setempat. Jenazah korban dimakamkan di samping pusara empat keluarga yang sudah dimakamkan minggu dini hari lalu.

Jenazah putri sulung pasangan suami istri Suhut Supriyanto dan Suprihatin tercatat sebagai mahasiswi jurusan Sastra Jepang Universitas Indonesia. Rencananya, usai diwisuda September mendatang akan melanjutkan studi di Jepang.

Empat anggota keluarga Mira yang terlebih dulu dimakamkan adalah Suhud Supriyanto(53), ayah; Suprihatin(,50) ibu; serta kedua adik Mira yaitu Paramita Fajar Pratiwi(18); dan Muhammad Irsyad Pambudi(13).

“Satu keluarga Suhud sudah meninggal semua,” kata Sutini, kakak kandung Suhud ditemui di rumah duka.

Selain keluarga Suhud, kecelakaan maut di Jalan tol Cipali juga menewaskan tiga korban lain yang masih memiliki hubungan kerabat. Mereka adalah Tri Wahyono, adik ipar Suhud; Ipat Patmawati, istri Tri Wahyono; dan Sasyana, anak Tri Wahyono dan telah dimakamkan di Solo.

Menurut Sutini, dua keluarga itu datang ke Ponorogo untuk ziarah ke makam orang tua Suhud pada Kamis pekan lalu. Di hari yang sama mereka kembali ke Solo dan meneruskan perjalanan pulang ke Cimanggis, Depok melalui Jalan Tol Cipali, Jawa Barat.

M.Yusuf Supriyadi, kakak kandung Suhud meyakini dua keluarga yang menjadi korban kecelakaan itu mati syahid lantaran sedang menempuh perjajalanan untuk kembali menuju tempat tinggal dan memulai pekerjaan dan masuk maupun kuliah.

Baca Juga:  Pasangan suami istri dan seorang balita jadi korban kekerasan Bonek di Surabaya

“Mereka musafir semoga matinya syahid,” ucap Yusuf sebelum pemakaman Mira.@arso