LENSAINDONESIA.COM: Selasa (28/7/2015) sekitar pukul 02.00, Sat Reskrim Polres Ponorogo berhasil menangkap D (48) asal Dusun Ngledok, Desa Sidomulyo, Kecamatan Ngadirojo, Pacitan, yang ditengarai sebagai satu dari empat anggota komplotan pelaku perampokan toko emas di Pasar Banu, Ngrayun, Ponorogo.

Polisi terpaksa melumpuhkan pelaku perampokan ini dengan timah panas di betis kakinya lantaran setiap beraksi, D selalu membahayakan nyawa orang lain dengan menggunakan senjata api. Untuk menjalani proses hukum dan pengembangan kasus, tersangka perampokan ini diamankan di sel Polres Ponorogo.

Penangkapan pelaku yang memiliki dua orang istri ini bermula dari tertangkapnya A (39) asal Semarang di Cimahi, Jawa Barat. Setelah dilakukan pengembangan, Sat Reskrim Polres Ponorogo berhasil menangkap D di rumahnya, di Desa Sidomulyo, Kecamatan Ngadirojo, Pacitan.

Dari pengakuan pelaku saat diinterogasi di ruang Sat Reskrim Polres Ponorogo, D menyebut berkomplot dengan tiga rekannya telah melakukan tindak kejahatan di tiga TKP. Yang pertama di tiga toko emas di Pasar Banu, Kecamatan Ngrayun. Dari hasil kejahatannya tersebut pelaku mendapat bagian Rp 25 juta yang diberikan A di Solo. Kemudian di TKP Jetak, Pacitan, tersangka mendapat bagian Rp 20 juta. “Sedang dari aksi di Sudimoro, Pacitan, saya mendapat bagian Rp 40 juta,” terangnya.

Kapolres Ponorogo AKBP Ricky Purnama menjelaskan anggotanya memang berhasil menangkap salah satu pelaku perampokan toko emas di TKP Pasar Banu, Ngrayun. “Pelaku dalam aksinya selalu melengkapi diri dengan senjata api. Dia kami tangkap pukul 02.00 dinihari tadi,” jelasnya.

Hingga saat ini Sat Reskrim Polres Ponorogo masih terus melakukan pengembangan kasus dan mengejar pelaku perampokan lainnya. “Dari pengakuan tersangka, kami peroleh keterangan jika ada rekannya yang berasal dari luar Jawa. Saat ini dia masih kami interogasi untuk menhetahui identitas rekan-rekannya sesama perampok,”sahut Kasat Reskrim AKP Hasran.

Atas perbuatannya pelaku perampokan itu dijerat dengan pasal 365 KUHP tentang tindak kejahatan pencurian dengan kekerasan dengan ancaman paling lama 9 tahun kurungan penjara. @arso