LENSAINDONESIA.COM: Melonjaknya harga daging sapi membuat pedagang di Pasar Besar Mejayan Caruban, Kabupaten Madiun berkeluh kesah. Akibat harga naik dagangan mereka menjadi sepi, dan jika hal itu terus berlanjut lama-lama para pedagang tersebut bisa gulung tikar alias bangkrut.

Salah satunya seperti yang dituturkan Mbah Tumpi (65), pemilik los daging di Pasar Besar Mejayan. Ia mengatakan sejak ada kenaikan harga para pembeli mulai berkurang malah bisa dikatakan jarang dan dia juga merasa merugi.

“Haduh mas sepi pembeli ini sejak harga naik per kg jadi Rp110 ribu. Lha kalau gini bisa bangkrut mas,” katanya pada lensaindonesia, Senin (10/8/2015).

Mbah Tumpi juga mengatakan, di los khusus penjual daging tersebut ada enam orang pedagang. Namun sejak naiknya harga daging sapi tersebut yang bisa bertahan hanya 3 orang sedangkan 3 lainnya hanya berjualan jika ada pesanan. “Disini yang jualan ada 6 orang mas tapi sejak ada kenaikan 3 pedagang lain pada ndak jualan, mereka jual kalau ada pemesanan,” tambah Mbah Tumpi.

Saat ditanya penyebab kenaikan harga daging tersebut Mbah Tumpi mengatakan, bahwa saat ini mencari sapi potong sulit karena juga mendekati Idul Adha persediaan sapi terbatas. “Katanya sekarang cari sapi potong sulit mas mendekati idul adha persediaan sapi sedikit,” pungkasnya.@dhimaz_adi