LENSAINDONESIA.COM: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengirimkan surat permintaan penundaan sidang gugatan praperadilan OC Kaligis, hingga dua pekan mendatang. Namun, hakim Soeprapto yang memimpin jalannya sidang memutuskan sidang selanjutnya digelar pekan depan yaitu 18 Agustus 2015.

“Permintaan penundaan sidang untuk dipersiapkan bukti-bukti surat, saksi, termasuk berkoordinasi dengan ahli, serta penyiapan surat administrasi lainnya,” kata Hakim Soeprapto saat membacakan surat dari KPK di PN Jaksel, Jakarta Selatan, Senin (10/8/2015).

Surat tersebut bertanggal 7 Agustus 2015, KPK menyatakan tidak bisa hadir, karena masih mempersiapkan segala sesuatunya untuk mengikuti persidangan tersebut.

“Tanggal 18 kalau hadir kita ikuti acaranya, kalau tidak langsung dengan pembuktian,” tukasnya.

OC Kaligis melalui tim kuasa hukumnya memohonkan proses gugatan praperadilan atas penetapan tersangkanya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). OC Kaligis ditetapkan tersangka dalam kasus dugaan suap kepada tiga hakim dan satu panitera Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), Medan.

Dalam kasus tersebut, KPK juga menetapkan Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Gatot Pujo Nugroho dan isteri mudanya, Evi sebagai tersangka.@tach/licom