LENSAINDONESIA.COM: Pengunduran diri pasangan calon Wali Kota Denpasar, I Ketut Suwandhi-I Ketut Made Arjaya dari arena gelanggang bikin pusing KPUD Denpasar. Bila benar-benar dinyatakan mengundurkan diri, maka ibukota Provinsi Bali itu hanya akan diikuti oleh satu pasangan calon saja.

“Ini kita akan berkoordinasi dengan KPU, apakah opsinya ditunda ke 2017 atau ada waktu penambahan,” kata Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Denpasar I Gede Jhon Darmawan saat ditemui di gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (10/8/2015).

Paslon I Ketut Suwandi dan I Made Arjaya merupakan bakal calon Walikota Denpasar dan hingga batas akhir 3 Agustus lalu, I Ketut Suwandi yang menjabat Ketua Komisi III DPRD Denpasar, belum memenuhi persyaratan di KPUD Denpasar.

Selain itu, keduanya dikabarkan telah menyampaikan surat permohonan maaf tidak bisa melengkapi persyaratan, termasuk dalih tidak mendapat restu dari pihak kluarga. Meski demikian, belum ada pernyataan yang menyebut keduanya mundur dalam surat itu.

Lebih lanjut, I Gede Jhon mengakui saat ini KPUD Denpasar belum mengatakan bahwa paslon tersebut mundur dari pencalonan walikota Denpasar. Pasalnya, ia masih menunggu keputusan KPU Pusat.

“Bahasanya itu tidak dapat melengkapi persyaratan. Sementara itu mereka juga bilang akan mengajukan kembali jika ada perpanjangan. Kalau soal undur itu kita belum mengatakannya, karena ini yang kita bicarakan nanti dengan KPU di sini,” ucapnya.

Dengan tambahan Denpasar dan Musirawas, maka saat ini ada sembilan daerah yang hanya memiliki satu calon pada Pilkada 2015. Sembilan daerah selain Denpasar dan Musirawas adalah Kabupaten Tasikmalaya (Jawa Barat), Kabupaten Blitar (Jawa Timur), Kota Mataram (Nusa Tenggara Barat), Kota Samarinda (Kalimantan Timur), Kabupaten Timor Tengah Utara (Nusa Tenggara Timur), Kabupaten Pacitan (Jawa Timur) dan Kota Surabaya (Jawa Timur). @dg/licom