LENSAINDONESIA.COM: Perum Bulog siap menggelar operasi pasar mengatasi kelangkaan daging.Adapun stok yang disiapkan sebanyak 465 ton daging sapi.

“Operasi pasar yang dilakukan Bulog akan dikonsentrasikan di beberapa titik, Jakarta, Jawa Barat, Serang. Tetapi kalau memang dibutuhkan untuk diperluas, tentu akan diperluas,” kata Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti di Jakarta, Senin.

Ia merinci jumlah 465 ton daging sapi terdiri atas persediaan di gudang sebanyak 90 ton. Sementara untuk sapi berdiri atau hidup jika diequivalenkan akan mencapai sekitar 100 ton sehingga jumlahnya 190 ton.

Sementara itu untuk stok dalam kondisi beku mencapai sekitar 275 ton.

Dalam dua-tiga hari stok daging tersebut akan didistribusikan ke lapangan.

Karena itu, Djarot berharap teman-teman yang berdagang, kembali berdagang. “Kalau butuh supply dari kami, akan kami kasi tambahan supply dari kami. Yang penting, mari kita tidak mengambil margin berlebihan sehingga teman-teman pasar yang membutuhkan daging tidak bergitu berat,” pintanya.

Kalau nanti impor dalam bentuk sapi nanti sampai selesai di pelabuhan, kata Djarot, tentu Bulog akan lebih leluasa lagi. “Yakinlah Bulog tidak cari untung, hanya sebagai stabilisator harga dan penyangga keberadaan barang,” tegas Djarot.

Dirut Perum Bulog itu mengemukakan, kalau masalah stabilitas dan penyangga daging sapi itu dibebankan kepada Bulog, maka Bulog harus mempersiapkan logistik yang memadai. Menurut Djarot, logistik Bulog hari ini ada, tetapi untuk nasional tidak kuat, karena itu dibutuhkan fasilitas impor.

Dengan fasilitas impor 50 ribu, Djarot menjamin logistik Bulog cukup. “Pada saat itu saya bisa mengajak teman-teman, paling tidak kami sebagi price leader, karena kami mempunya kemampuan. Belum lagi kalau pemerintah membuat skema system ke depan, saya kira kita bisa menjadi price leader,” pungkasnya.

Pemerintah sendiri sudah memberikan lampu hijau untuk membuka keran impor yaitu sebanyak 50 ribu ekor sapi. Diharapkan hal ini bisa mengatasi kelangkaan daging saat ini.

“Yang pertama, Bulog untuk terus melakukan operasi pasar sehingga kelangkaan yang ada di pasar itu akan diisi oleh Bulog. Maka kita punya stok. Yang kedua, memberikan ijin Bulog mengimpor sapi siap potong 50 ribu ekor,” kata Menko Perekonomian Sofyan Djalil kepada wartawan seusai Rapat Koordinasi yang dihadiri oleh Menteri Perdagangan Rahmat Gobel, Menteri PPN/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago, Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto, dan Dirut Perum Bulog Djarot Kusumayakti.@sit/licom