LENSAINDONESIA.COM: Kabar memalukan bagi institusi Polri terjadi wilayah Krangkeng, Indramayu. Seorang polisi malah ditembak rekannya sesama polisi gara-gara menangkap seorang bandit kasus Curas (Pencurian dengan kekerasan), Senin (10/8/2015) sekitar pukul 00.30 WIB. Kasus inipun berusaha ditutup rapat Kepolisian karena dianggab aib yang sangat memalukan.

Informasi yang dihimpun Lensa Indonesia, peristiwa penembakan oknum polisi terhadap anggota polisi terjadi ketika anggota Buser (Buru sergap) Polres  Indramayu, Brigadir Wahyudin bersama dengan warga sipil Doni, mengamati Nangandi, bandit Curas yang masuk DPO (Daftar Pencarian Orang) polisi, di wilayah Krangkeng.

Setelah lama dibuntuti, Nangandi akhirnya pulang dan dicegat Brigadir Wahyudin di Desa Dukuhjati, Krangkeng. Saat hendak ditangkap, bandit Curas itu melawan sehingga akhirnya terjadi perkelahian. Mendadak datang Kanit Reskrim Polsek Krangkeng Aiptu Safrudin alias Ucup bersama Briptu Tri Ari Sabeni di lokasi keributan.

Kanit Reskrim Polsek Krangkeng Aiptu Safrudin lalu melepas tembakan peringatan ke udara agar perkelahian mereda. Hal itu diikuti oleh Briptu Tri Ari Sabeni  yang dua kali melepas tembakan peringatan, yang pertama meletus sedangkan tembakan kedua bungsung (tidak meletus).

DPO bandit Curas, Nangandi lalu diamankan dengan satu tangan terborgol di pos polisi terdekat. Brigadir Wahyudin lalu menyampaikan bahwa dirinya adalah anggota Buser Polres Indramayu, tetapi mendadak Briptu Tri Ari Sabeni menyerangnya hingga bersandar ke tembok lalu menembak pundak pundak kanan anggota polisi ini. Tembakan ini nampak disengaja karena moncong senjata mengarah ke bawah.

Brigadir Wahyudin lalu roboh dan dilarikan ke rumah sakit Pertamina, Klayan, Cirebon dan menjalani operasi pengambilan peluru 6 jam kemudian setelah masa observasi.

Kasus ini kemudian terdengar ke petugas Polres Indramayu lainnya yang bergegas datang ke lokasi. Parahnya saat datang, ternyata Nangandi, DPO bandit Curas yang sebelumnya ditangap Brigadir wahyudin sudah tak ada, Begitu juga ketika dicek ke Polsek Krangkeng.

Akhirnya muncul dugaan jika Kanit Reskrim Polsek Krangkeng, Aiptu Safrudin dan anggotanya, Briptu Tri Ari Sabeni, memang sengaja menembak Breigadir Wahyudin agar tersangka bisa lepas.

Hingga berita ini diunggah belum diperoleh konfirmasi resmi dari Polres Indramayu. Namun sumber Lensa Indonesia di Kepolisian menyebut petugas Provost telah melakukan langkah-langkah penting dengan mengamankan dua oknum polisi yang diduga menjadi beking pelaku kejahatan. @andiono