Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
HEADLINE JATIM RAYA

Program Green City Kota Malang menarik perhatian Unesco 

LENSAINDONESIA.COM:‎ Kota Malang mengembangkan program Green City. Pengembangan program tersebut ternyata menarik perhatian Unesco untuk menjajaki kerjasama dengan Pemerintah Kota Malang.

“Kami tertarik sekali dengan program Green City yang dikembangkan Pemkot Malang. Makanya, kami ingin jalin kerjasama,” kata Prof Assela Pathirana, perwakilan Unesco, saat bertemu Walikota Malang, HM Anton, Senin (10/08/2015).

Untuk itu, kata dia, tim Unesco dengan spesialis “empowering water” akan menjadikan Kota Malang sebagai pilot project. Jangka waktu pelaksanaan proyek ini relatif pendek, satu tahun.

“Kami berharap lokasi dan poin interest segera tersepakati. Sehingga, program ini bisa cepat terlaksana,” ujar Assela.

Meski begitu telah ada kesamaan pandang antara Pemkot Malang dengan tim Unesco yang akan jadi poin garapan. Yakni, upaya melakukan treatment kawasan DAS agar menjadi semakin bersih.

‎Sementara itu, Walikota Malang HM Anton memang berkomitmen menata lingkungan. Saat ini pihaknya fokus pengolahan limbah sampah, penataan taman kota, penyediaan air bersih, penataan kawasan kumuh dan sanitasi yang sehat.

“Khusus untuk “meremajakan” kawasan DAS yang melintasi Kota Malang, tidak mungkin ditangani Pemkot sendiri. Selain perlu dukungan dan partisipasi masyarakat melalui budaya sehat dan bersih lingkungan, juga perlu ditopang pemerintah pusat termasuk pula dari NGO dan lembaga internasional, seperti Unesco,” katanya saat didampingi Kabag Humas M Nurwidianto.

Karena itu dia merasa lega, karena Unesco siap memberikan dukungan. Terutama yang berkaitan dengan program Green City.@ji_dewa_roisky

Baca Juga:  Jokowi perintahkan Polisi, BIN dan TNI usut kasus penusukan Wiranto