LENSAINDONESIA.COM: Buntut kasus penembakan anggota Reskrim Polsek Krangkeng Briptu Tri Ari Sabeni terhadap anggota Buser Polres Indramayu, Brigadir Wahyudin, petugas Provost Polres Indramayu dikabarkan telah menyita senjata para pelaku dan korban untuk memulai penyelidikan kasus yang memalukan institusi Polri ini.

Senpi Kanit Reskrim Polsek Krangkeng Aiptu Safrudin (bekas tembak 1 peluru) dan Senpi Briptu Tri Ari Sabeni akhirnya diamankan petugas provost Polres Indramayu. Tak hanya itu, Senpi Brigadir Wahyudin yang tak sempat ditembakkan juga diamankan untuk kepentingan penyidikan internal polisi.

Seperti diberitakan Lensa Indonesia sebelumnya, peristiwa penembakan oknum polisi terhadap anggota polisi terjadi ketika anggota Buser (Buru sergap) Polres Indramayu, Brigadir Wahyudin bersama dengan warga sipil Doni, mengamati Nangandi, bandit Curas yang masuk DPO (Daftar Pencarian Orang) polisi, di wilayah Krangkeng.

Setelah lama dibuntuti, Nangandi akhirnya pulang dan dicegat Brigadir Wahyudin di Desa Dukuhjati, Krangkeng. Saat hendak ditangkap, bandit Curas itu melawan sehingga akhirnya terjadi perkelahian. Mendadak datang Kanit Reskrim Polsek Krangkeng Aiptu Safrudin alias Ucup bersama Briptu Tri Ari Sabeni di lokasi keributan.

Kanit Reskrim Polsek Krangkeng Aiptu Safrudin lalu melepas tembakan peringatan ke udara agar perkelahian mereda. Hal itu diikuti oleh Briptu Tri Ari Sabeni yang dua kali melepas tembakan peringatan, yang pertama meletus sedangkan tembakan kedua bungsung (tidak meletus).

DPO bandit Curas, Nangandi lalu diamankan dengan satu tangan terborgol di pos polisi terdekat. Brigadir Wahyudin lalu menyampaikan bahwa dirinya adalah anggota Buser Polres Indramayu, tetapi mendadak Briptu Tri Ari Sabeni menyerangnya hingga bersandar ke tembok lalu menembak pundak pundak kanan anggota polisi ini. Tembakan ini nampak disengaja karena moncong senjata mengarah ke bawah.

Brigadir Wahyudin lalu roboh dan dilarikan ke rumah sakit Pertamina, Klayan, Cirebon dan menjalani operasi pengambilan peluru 6 jam kemudian setelah masa observasi.

Kasus ini kemudian terdengar ke petugas Polres Indramayu lainnya yang bergegas datang ke lokasi. Parahnya saat datang, ternyata Nangandi, DPO bandit Curas yang sebelumnya ditangap Brigadir wahyudin sudah tak ada, Begitu juga ketika dicek ke Polsek Krangkeng. @andiono