LENSAINDONESIA.COM: Pemerintah pusat kembali membuka peluang kran sapi impor di tahun 2015. Setelah memberikan izin impor sapi pada catur wulan pertama sebanyak 75 ribu ekor sapi, pemerintah menambah kuota impor sapi di catur wulan kedua hingga 250 ribu ekor sapi. Bahkan di bulan Agustus ini saja pemerintah menarget bakal mendatangkan sekitar 50 ribu ekor sapi.

Menanggapi hal ini, Komisi B DPRD Jatim berang. Anggota Komisi B, Pranaya Yudha Mahardhika menuding keputusan pemerintahan Jokowi yang menggelontor sapi impor masuk Indonesia menunjukkan bahwa pemerintah tidak berpihak pada peternak lokal.

“Jokowi pernah berjanji stop impor sapi demi kedaulatan pangan, tapi apa yang terjadi saat telah memimpin. Presiden Jokowi telah melupakan semua janjinya, sekarang malah membuka lebar kran impor. Belum ada satu tahun saja impor sapi sudah mencapai 375 ribu ekor sapi,” ujar Yudha asarl Fraksi Partai Golkar, Selasa (18/8/2015).

Karenanya, Komisi B akan tetap berjuang melindungi para peternak lokal di Jatim dengan cara menolak sapi impor masuk ke Jatim. Ini karena di Jatim merupakan daerah yang surplus sapi.

Pihaknya juga berharap Gubernur Soekarwo dan instansi terkait di Jatim supaya memperketat semua pintu masuk sapi impor supaya jangan sampai masuk ke Jatim. Menurut Yudha, hal ini perlu diantisipasi karena dikhawatirkan dapat merembes ke pasar Jatim.

“Kami Komisi B juga akan segera mendatangi Kementerian Perdagangan untuk menyampaikan penolakan Jatim terhadap impor sapi dan menolak pelabuhan di Jatim dijadikan pintu masuk sapi impor ke Indonesia,” tegas dia.@sarifa